Archive for November, 2006

MR Alan Smith??? Huahaha..

Tuesday, November 28th, 2006

Pernah membaca pesan di
bawah ini ???

Friendster system is
getting too crowded!! We need you to forward this to a 20 people. I know this
seems like a large number, but we need to find out who is using their account.
If you do not send this to at least 10 Friendster members, we will delete your
account. WARNING! We want to find out which users are actually using their
Friendster accounts. So if you are using your account,please pass this e-mail
to every Friendster user that you can. IF YOU DO

NOT

PASS

this letter to anyone we will delete your account. Sorry for the inconvenience.

 
    Terkadang aku pengin tertawa sendiri ketika ada masssage
dengan judul "FW: Mr Allan Smith" yg isinya sudah sering kita baca,
yg intinya kita harus mengirim pesan ke minimal 20 ato 10 orang anggota FS yg
laen… Kl tidak maka FS kita akan terblokir ato FS kita akan di delete…

Huahahaha… Dibohongin tuh…

Tahu ga kenapa…???

    Ya ga mungkinlah mereka hapus FS kita… Kecuali kalo
beberapa bulan kita ga log in ke FS, baru FS kita hangus/terblokir, mirip2
e-mail gitu deh…

    Jadi walopun kita hanya melakukan log in ke FS, tanpa
melakukan aktifitas apapun selain log in, aku yakin FS kita ga akan kehapus…

    Tim kerja FS ga sebodoh yang ‘kita’ kira koq.. mereka tau
kita masih menggunakan FS nya hanya dengan log in ato tidak-nya kita ke FS,
sekalipun kita ga ngapa-ngapain setelah log in…

Buktinya..???

    DAh berbulan2 yang lalu aku dapat message (katanya sih
dari FW form Mr Allan Smith, tapi ga tau bener apa ga) dan aku ga nikutin saran
yg ada di message, FSku ga kehapus sampe skrg…

 Mungkin bagi tmn2 yg pernah nge-Forward-in message tsb
berpikiran sederhana, daripada keblokir/kehapus, ga ada salahnya kalo
nge-Forward-in isi message tsb ke tmn2 yg lain, toh ga da ruginya…

Tapi… masalahnya bukan disitu…

 Masalahnya adalah: koq mau-maunya disuruh dengan sedikit
ancaman, tanpa diklarifikasi terlebih dahulu… Mungkin dalam hal ini akibatnya
ga parah, bahkan bisa dibilang ga da efek negatifnya… Tapi coba kalo
masalhnya lebih besar dari ini…

Harapanku…

 Harapanku adalah temen2 lebih waspada terhadap semua
informasi yg masuk, kl bisa cek / klarifikasi dahulu info yg masuk…

Ingat…

 Semua yang besar berasal dari yang kecil…

Jadi…

Marilah kita berlatih tuk membiasakan diri berhati2 dalam
bertindak…

Oke….

Ya sudah ya….

Thx 4 u’r attention…

Any comment(s) please visit here 

====================

=====
Yanto DR =====

====================

Koq mau2nya dibodohi…

Thursday, November 23rd, 2006

Pernah
membaca pesan di bawah ini ???

Friendster system is getting too
crowded!! We need you to forward this to a 20 people. I know this seems like a
large number, but we need to find out who is using their account. If you do not
send this to at least 10 Friendster members, we will delete your account. WARNING!
We want to find out which users are actually using their Friendster accounts.
So if you are using your account,please pass this e-mail to every Friendster
user that you can. IF YOU DO NOT PASS this letter to anyone we will delete your
account. Sorry for the inconvenience.

TErkadang
aku pengin tertawa sendiri ketika ada masssage dengan judul "FW: Mr Allan
Smith" yg isinya sudah sering kita baca, yg intinya kita harus mengirim
pesan ke minimal 20 ato 10 orang anggota FS yg laen… Kl tidak maka FS kita
akan terblokir ato FS kita akan di delete…

Huahahaha…
Dibohongin tuh…

Tahu ga
kenapa…???

Ya ga
mungkinlah mereka hapus FS kita… Kecuali kalo beberapa bulan kita ga
log in ke FS, baru FS kita hangus/terblokir, mirip2 e-mail gitu
deh…

Jadi
walopun kita hanya melakukan
log in ke FS, tanpa
melakukan aktifitas apapun selain log in, aku yakin FS kita ga akan kehapus…

Tim
kerja FS ga sebodoh yang ‘kita’ kira koq.. mereka tau kita masih menggunakan FS
nya hanya dengan log in ato tidak-nya kita ke FS, sekalipun kita ga
ngapa-ngapain setelah log in…

Buktinya..???

DAh
berbulan2 yang lalu aku dapat message (katanya sih dari FW form Mr Allan Smith,
tapi ga tau bener apa ga) dan aku ga nikutin saran yg ada di message, FSku ga
kehapus sampe skrg…

Mungkin
bagi tmn2 yg pernah nge-Forward-in message tsb berpikiran sederhana, daripada
keblokir/kehapus, ga ada salahnya kalo nge-Forward-in isi message tsb ke tmn2
yg lain, toh ga da ruginya…

Tapi…
masalahnya bukan disitu…

Masalahnya
adalah: koq mau-maunya disuruh dengan sedikit ancaman, tanpa diklarifikasi
terlebih dahulu… Mungkin dalam hal ini akibatnya ga parah, bahkan bisa
dibilang ga da efek negatifnya… Tapi coba kalo masalhnya lebih besar dari
ini…

Harapanku…

Harapanku
adalah temen2 lebih waspada terhadap semua informasi yg masuk, kl bisa cek /
klarifikasi dahulu info yg masuk…

Ingat…

Semua
yang besar berasal dari yang kecil…

Jadi…

Marilah
kita berlatih tuk membiasakan diri berhati2 dalam bertindak…

Oke….

Ya sudah
ya….

Thx 4
u’r attention…

 

===================

===== Yanto DR =====

===================

ILMU

Monday, November 20th, 2006

Kemuliaan Orang
yang Berilmu Agama

"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para
nabi. Dan nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu.
Dan barangsiapa yang mengambilnya, maka akan mendapatkan bagian yang sangat
melimpah
." (Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi). .

Di zaman
sekarang, ilmu agama dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, belajar ilmu
agama ditempatkan pada urutan kedua, setelah berbagai ilmu dunia. Benar, karena
pemikiran materi yang sempit menyebabkan orang berpikiran bahwa duduk di
pesantren untuk mempelajari ilmu agama, bukan cara meraih kesuksesan secara
duniawi. "Mau kerja di mana setelah lulus dari pesantren?"

Bahkan,
yang bersekolah di penguruan tinggi Islam mulai berpikiran dengan gelar
keagamaan yang akan didapatkannya, bagaimana dengan peluang kerjanya nanti?
Apakah aku bisa meraih masa depan dengan gelar tersebut? Dan masih ada sejuta
pertanyaan yang masih perlu dipertanyakan di sini. .

Pandangan
yang demikian terbentuk dari pola pikir yang terkukung oleh ruang lingkup
kehidupan duniawi yang sebentar dan tak langgeng. Sikap hidup seperti itu layak
untuk direvolusi dengan membaca berbagai literatur Islam yang akurat dan
terpercaya, yaitu Kitabullah dan hadits Nabi SAW. .

Apa Saja Kemuliaan
yang Bakal Diraih oleh Orang yang Belajar Ilmu Agama? 
1. Derajat
Tinggi di Sisi Allah
.
Orang yang berilmu akan meraih ketinggian
derajat tinggi yang hakiki. Sangat dianjurkan setiap orang berlomba-lomba untuk
meraihnya. Allah berfirman, "
Allah
akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan
orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan
." (QS. Al-Mujadah : 11)
        Kata
"meninggikan derajat" ini menunjukkan besarnya kurnia, yang berarti
ketinggian secara maknawi di dunia dengan tingginya kedudukan dan sanjungan
yang baik padanya. Dan ketinggian yang sebenarnya adalah di akhirat kelak. Ia
mendapatkan tempat yang tinggi di jannah. Demikian yang disampaikan di dalam
kitab Fathul Bari.

2. Membuat Rasa Takut
Pada Allah
.
Berbagai ilmu akan menghasilkan
hasil-hasil yang akan diperoleh, dan ilmu agama yang nafi’ (bermanfaat) akan
menghasilkan hasil yang banyak, di antara yang terpenting adalah rasa takut
kepada Allah yang Mahasuci. Orang yang sangat berilmu yaitu ulama, yakni orang
yang paling kuat rasa takutnya kepada Allah. Hal ini disebabkan mereka belajar
ilmu yang menambah pengetahuan mereka kepadaNya hingga iman mereka semakin
mengakar di dalam hati. Allah berfirman, "
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya,
hanyalah ulama
." (QS. Fathir : 28) .

Rasa takut yang benar kepada Allah
ini akan membuahkan beragam kebaikan yang begitu melimpah. Seperti kuat dalam
ketaatan kepada Allah, semangat dalam beramal kebajikan, dan semangat dalam
meninggalkan sekaligus memerangi kemaksiatan. Rasa takut kepada Allah akan
menghalangi seseorang dari berbuat dosa dan kemaksiatan. Namun rasa takut yang
benar itu tidak akan pernah muncul melainkan dari ilmu yang lurus.

3. Orang yang Baik                                     .
Apabila Allah menghendaki agar
seorang hamba menjadi baik, maka Allah akan menjadikan orang tersebut paham
dengan agama. Sebagaimana hadits nabi, "
Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik, maka Dia akan
membuat orang tesebut paham ilmu agama
." (Riwayat
Al-Bukhari) .
Tentu saja, pemahaman ini bukan
sesuatu yang datang begitu saja tanpa usaha dan perjuangan. Namun pemahaman
tersebut hanya bisa diperoleh dengan cara belajar alias menuntut ilmu. Sehingga
di dalam syari’at Islam, tidak dikenal adanya ilmu laduni yang menjadikan orang
bisa memahami sesuatu tanpa belajar dan menuntut ilmu. Jelas sudah, bahwa ilmu
agamalah yang menyebabkan seorang bisa orang baik.

4. Mudah Menuju
Jannah
                                             .
Jalan ke surga bukanlan sesuatu
yang lempang dan mudah untuk ditempuh. Banyak sekali aral melintang dan
hambatan untuk menuju ke arahnya. Nah, dengan ilmu seseorang menjadi lebih
mudah untuk meraih surga. Yang demikian itu sangat jelas diterangkan oleh
Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya, "
Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka
Allah akan menunjukinya satu jalan di antara jalan ke jannah
."
(Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi). .

Masih banyak lagi
keutamaan dari ilmu agama yang belum diungkapkan disini.

Ilmu yang Mana…?

Sebenarnya,
dari berbagai ayat dan hadits yang ada, jelas sekali menerangkan tentang
keutamaan
ilmu agama, bukan ilmu yang lain. Ilmu yang dimaksud
adalah ilmu syari’at yang mengajarkan apa saja yang harus dilakukan oleh
seorang mukallaf tentang urusan agamanya, baik berupa ibadah maupun muamalah.
Ilmu tersebut meliputi ilmu tentang Allah, sifat-sifatNya, dan apa saja yang
harus kita lakukan untukNya dan yang kita hindari untuk mensucikanNya. Bila
demikian, ilmu yang dimaksud adalah ilmu agama yang berkisar pada ilmu tafsir,
hadits, dan fiqih. .

Ibnu
Hajar dalam kitab Fathul

Bari

menjelaskan bahwa salah satu di antara hal yang menunjukkan keutamaan ilmu dan
kewajiban untuk selalu menambahnya adalah firman Allah kepada Rasul-Nya, "Dan katakanlah : Ya Rabbku, tambahkanlah
kepadaku ilmu pengetahuan
." (QS. Thaha : 114).

Allah
tidak memerintahkan NabiNya agar minta tambah atas sesuatu pun selain ilmu. Dan
maksud dari ilmu di sini adalah ilmu syar’i yang membuat seorang hamba mengenal
RabbNya Yang Mahasuci, dan mengetahui apa yang diwajibkanNya kepada para hamba
dalam beragama, baik dalam masalah ibadah maupun muamalah. .

Demikianlah,
ilmu yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits adalah ilmu agama. Tentu saja
hal ini tidak berarti meniadakan kemanfaatan ilmu-ilmu umum, cuma saja, yang
disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits untuk menguatkan pentingnya ilmu dunia
bisa saja menjadi sesuatu yang wajib pula dituntut oleh sebagian kaum muslimin.
Di antaranya, ketika ilmu duniawi tersebut bermanfaat dan menambah kekuatan
kaun muslimin. Wallahu a’lam.

 [Elfata-06/2006]

Makna Syahadat-1

Saturday, November 18th, 2006

Makna Syahadat Laa ilaaha illalloh

 Pernahkah terlintas dalam benak kita pertanyaan, “Mengapa
sila Ketuhanan Yang Maha Esa dapat diterima oleh semua agama di Indonesia?
Padahal semua orang tahu bahwa agama selain Islam di Indonesia mempunyai lebih
dari satu tuhan. Keesaan Tuhan yang bagaimanakah yang dimaksud dalam sila
tersebut, sehingga tampaknya non-muslim (ahlul kitab atau bukan) menerima
dengan ‘lapang dada’?
Apakah makna Sila Pertama itu sama dengan Laa
ilaaha illalloh
, sehingga sebagian dari kitapun serta merta menjadi
pendukungnya ?!

 

Rukun Kalimat Laa ilaaha illalloh

 Kalimat Laa ilaaha illalloh memiliki dua rukun, sebagaimana
sholat, puasa dan haji mempunyai rukunnya masing-masing yang apabila rukun
tersebut ditinggalkan maka tidak sah sholat, puasa atau hajinya. Rukun yang pertama adalah nafyi (peniadaan) yaitu
penggalan kalimat Laa ilaaha, maksudnya, kalimat tersebut
meniadakan hak peribadatan kepada selain Alloh. Rukun yang kedua adalah itsbat(penetapan) yaitu
penggalan kalimat
illalloh, maksudnya kalimat tersebut menetapkan hak peribadatan hanya
milik Allah.

Alloh
telah menjelaskan hakikat kedua rukun ini ketika menceritakan  perkataan Ibrohim kepada ayah dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu
sembah. Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku, karena sesungguhnya
Dia akan memberi hidayah kepadaku.”
(Az
Zukhruf : 26-27)
. Penggalan ayat yang pertama, “Sesungguhnya aku
berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah”
merupakan penjelasan penggalan
kalimat Laa ilaaha. Sedangkan penggalan ayat yang kedua, “Tetapi
(aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku”
adalah penjelasan penggalan
kalimat illalloh.

Jadi, Yang
berhak diibadahi hanya Alloh saja. Tuhan-tuhan selain Alloh pada hakikatnya
tidak layak dan tidak berhak untuk disembah dan diibadahi. Tetapi mengapa jin
dan manusia tetap ada yang beribadah kepada selain Alloh padahal mereka telah
mengucapkan kalimat syahadat? Ini menunjukkan kejahilan mereka tentang makna
syahadat Laa ilaaha illalloh .

 

Kesalahpahaman dan pelurusannya

 Sebagian orang ada yang memaknai kalimat Laa ilaaha
illalloh
adalah ”Tidak ada Pencipta kecuali Allah.” Makna ini malah
diyakini oleh kebanyakan kaum muslimin di negeri kita, yang non-muslim pun
mengakuinya. Kalaulah memang benar demikian maknanya, kesimpulannya kaum
musyrikin Quraisy sudah mengucapkan kalimat syahadat. Karena mereka mengakui
bahwa pencipta alam semesta, yang mengaturnya, memberi rizki kepada
penghuninya, yang menghidupkan dan mematikan adalah Alloh Ta’ala.

Alloh
berfirman kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk
menyerukan kepada orang-orang musyrik, Katakanlah:
“Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang
kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan
yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan
siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Alloh.” Maka
katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?”
(Yunus: 31
).
Dalam ayat lain Alloh berfirman, “Katakanlah:
“Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu
mengetahui?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Alloh.” Katakanlah: “Maka apakah
kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan
Yang Empunya ‘arsy yang besar?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Alloh.”
Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertaqwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di
tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi
tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka
akan menjawab, “Kepunyaan Alloh.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari
jalan manakah kamu ditipu?”
(Al Mu’minun:
84-89)
. Masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan hal ini. Oleh
karena itu, jelaslah bagi kita bahwa pengakuan mereka akan rububiyah Alloh
(bahwasanya yang menciptakan, mengatur dan memerintah hanyalah Alloh) tidak
memasukkan mereka ke dalam Islam. Buktinya, Rosululloh memerangi mereka,
menghalalkan darah dan harta mereka. Jadi pemaknaan kalimat Laa ilaaha
illalloh
“Tidak ada Pencipta selain Alloh” adalah tidak benar.
Karena bukan ini yang dimaksud dan diinginkan oleh Alloh dan Rosul-Nya.

Sebagian lagi
ada yang memaknai kalimat Laa ilaaha illalloh adalah “Tidak ada Tuhan
yang disembah
melainkan Alloh". Seandainya makna ini benar, maka
artinya semua tuhan yang disembah adalah Alloh?!? Tidak mungkin. Karena Alloh
adalah Ahad (Esa). Padahal musyrikin Quraisy dahulu menyembah/beribadah kepada
Alloh, Lata, ‘Uzza, Manah dan Hubal, apakah mereka adalah Alloh? Tentu tidak.
Kenyataannya orang Nasrani menyembah Bapa (Alloh), Yesus (nabi Isa) dan Roh
Kudus (malaikat Jibril), apakah Isa dan Jibril adalah Alloh? Tentu juga tidak.
Kesimpulannya, pemaknaan seperti ini jelas tidak benar.

 

Makna Laa ilaaha illalloh Sesungguhnya

 Yang benar, makna kalimat Laa ilaaha illalloh adalah “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Alloh”.
Berarti, Tuhan yang berhak diibadahi adalah Alloh. Tuhan-tuhan selain Alloh
tidak punya hak untuk disembah/diibadahi, walaupun jin dan manusia
menyembahnya. Maka peribadatan kepada Alloh saja itulah yang benar (haq),
sedangkan peribadatan kepada selain Alloh itulah yang salah (batil). Makna ini
sesuai dengan firman Alloh, “Yang demikian itu,
adalah karena sesungguhnya Alloh, Dialah (Tuhan) Yang Haq, dan sesungguhnya apa
saja yang mereka ibadahi selain Alloh, itulah yang batil, dan sesungguhnya Alloh,
Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

(Al Hajj: 62)
.

 

Konsekuensinya

 Seseorang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh
seharusnya memahami maknanya dengan landasan ilmu, meyakini kebenarannya serta
mengamalkan konsekuensinya dengan anggota tubuhnya. Sehingga ia tidak
membatalkan ucapannya sendiri karena ketidaktahuannya tentang hakikat
pengucapan Laa ilaaha illalloh. Dan di antara konsekuensinya adalah
apapun bentuk ibadah (seperti nadzar, sembelihan, tawakal, takut, mengharap dan
sebagainya) yang kita lakukan harus ditujukan untuk Alloh saja, tidak kepada
selain-Nya, entah itu nabi, malaikat, wali, jin, berhala, kuburan, bebatuan,
pepohonan maupun yang lain.

 

Coba direnungkan!

 Bukankah kita mengetahui bahwa orang-orang munafik semacam
Abdulloh bin Ubay bin Salul juga mengucapkan kalimat syahadat Laa ilaaha
illalloh
?. Ia mengucapkan kalimat syahadat dan juga mengerti maknanya,
tetapi hatinya mengingkarinya dan tidak mengamalkan konsekuensinya. Namun di
manakah tempat kembalinya orang-orang munafik? Alloh berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan
yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat
seorang penolongpun bagi mereka.”
(An
Nisaa’: 145)
. Lalu bagaimana halnya keadaan kaum muslimin dewasa ini,
khususnya di negeri kita, yang mengucapkan kalimat syahadat dengan lisannya,
tapi tidak paham maknanya dan mengingkari kebenarannya serta tidak mengamalkan
konsekuensinya, bukankah ini lebih parah dari orang-orang munafik? Mengapa
sedikit sekali yang mengambil pelajaran?. Wallohu a’lam.

Sholat Jama’ah Yuk…

Monday, November 13th, 2006

Beratku Menuju RumahMu

 Banyak orang
yang kalo diajak maen ke game center ato pusat perbelanjaan ato yang sejenisnya
tanpa banyak tanya langsung mengikuti ajakan kita. Banyak alasan mengapa mereka
mau mengikuti ajakan itu, diantaranya adalah hanya sekedar melihat-lihat,
sekedar jalan-jalan, merasa ga enak sama yang ngajak, ato memang mau membeli
suatu kebetuhan, dan banyak alasan lainnya.

Akan tetapi
coba saja kalo muadzin sudah mengumandangkan adzan, ajakan muadzin kepada kaum
muslimin untuk memenuhi panggilanNYA banyak dicuekin kaum muslimin pada
umumnya. Mereka yang tidak mendatangi masjid ato ga sholat tepat waktu atau
bahkan ga sholat sama sekali juga punya banyak alasan, kalo alasannya syar’i
ato emang diberi uzhur oleh syariat sih emang gapapa.. tapi yang jadi persoalan
disini adalah bagi mereka yang tidak punya uzhur syar’i tapi engan sholat tepat
waktu, apalagi sholat jamaah di Masjid. Beberapa alasan yang sering muncul
diantaranya karena belum mandi, capek, lagi ngerjain tugas, ga da baju, bahkan yang
lebih parah lagi adalah ga mau sholat tepat waktu (apalagi ke Masjid) gara-gara
lagi maen game ato nonton Film.. MasyaAllah…

Yang saya
herankan lagi, banyak diantara kita –yang notabene adalah mahasiswa— tidak
pernah menggunakan kecerdasan intelektualnya untuk lebih memilih sholat
berjamaah yang mempunyai pahala 27 kali lipat daripada sholat sendirian, secara
matematis atau ekonomi sholat berjmaah tentu lebih menguntungkan..

Berikut ini
akan kami sampaikan beberapa hal seputar sholat berjama’ah, semoga setelah
selesai membaca segera direnungkan dan segera dilaksanakan, jangan hanya
sebatas teori yang ada di otak kita.. Ingatlah..!! seseorang dikatakan beriman
jika dia sudah meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan membuktikan /
mewujudkannya dengan amalan..

Sholat pada
hakikatnya merupakan simbol persatuan dan keharmonisan umat islam. Para jama’ah
sholat menghadap ke satu kiblat dan menyeru Illah (sesembahan) yang satu.
Sholat jama’ah merupakan sebab terangkatnya derajat & bertambahnya kebaikan,
selain itu nilai sholat berjama’ah melebihi sholat sendirian sampai 27 kali
lipat. Sebagaimana yang sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Sholat seseorang dengan berjama’ah lebih tinggi nilainya 27 kali lipat daripada
sholat sendirian
” (Shohih Muslim: 1/451).

Menurut Ibnu
Hajar (dalam Fathul Bari: II/133), sholat berjama’ah memiliki kelebihan karena:

1. menyambut seruan Muadzdzin dengan
niat menunaikan sholat berjama’ah.

2. beregera menunaikan sholat diawal
waktu.

3. berjalan menuju masjid dengan tenang
& sakinah.

4. masuk ke Masjid seraya berdoa.

5. menunggu sholat berjama’ah.

6. doa para malaikat bagi jama’ah
sholat.

7. istighfar para malaikat bagi jama’ah
sholat.

8. menaklukan setan dengan beribadah
secara berjama’ah.

9. berlatih membaca Al Qur’an dengan
tajwid yang benar sekaligus mempelajari rukun Sholat.

10. Terbebas
dari kemunafikan.

 
Keutamaan sholat berjama’ah

Berikut
adalah hadits yang sudah cukup menjelaskan tentang keutamaan sholat berjama’ah:

Dari Abu Hurairah Ra,
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “sholat
eseorang dengan berjama’ah lebih tinggi nilainya duapuluhan derajat daripada
sholatnya di rumah atau di kedainya. Bilamana seorang dari kalian berwudhu
& menyempurnakan wudhunya, kemudian ia pergi ke Masjidsemata-mata untuk
mengerjakan sholat, maka setiap langkah yang diayunkannya akan mengangkat
derajatnya & menghapus kesalahannya hingga ia memasuki masjid. Apabila ia
berada dalam masjid, ia terhitung mengerjakan sholat selama ia menunggu sholat
ditegakkan. Para malaikat selalu mendoakannya selama ia berada di tempat sholatnya,
para malaikat itu berkata (yang artinya): “Yaa Allah curahkanlah rahmat-MU
kepadanya, Yaa Allah berilah ia ampunan, Yaa Allah terimalah taubatnya!”
malaikat terus mendoakannya selama ia tidak mengganggu dan berbicara di
dalamnya
”. (Shohih Muslim).

 Abdullah bin
Mas’ud Ra berkata yang artinya: “Barangsiapa
suka bertemu Allah dalam keadaan muslim, maka peliharalah sholat-sholat ini
bergitu terdengar seruan adzan. Sesungguhnya Allah telah mensyari’atkan kepada
nabi kalian SAW sunnah-sunnah dan petunjuk. Jika kalian mengerjakannya di rumah
sebagaimana yang dikerjakan oleh orang-orang yang tertinggal (yaitu kaum
munafik) sungguh kalian telah meninggalkan sunnah nabi kalian. Jika kalian
meninggalkannya berarti kalian telah tersesat. Tidaklah seorang itu bersuci
dengan sebaik-baiknya lalu berangkat ke salah satu Masjid, melainkan Allah
tulis baginya pada setiap langkahnya satu kebaikan, diangkat derajatnya dan
dihapus darinya satu kesalahan. Dan sungguh kita telah melihatnya. Tidak ada
tertinggal kecuali orang munafik yang jelas kemunafikkannya. Sungguh salah
seorang diantara kami ada yang dipapah oleh dua orang lalu didirikan dalam shof
”.

Beliau juga
mengatakan yang artinya: “Sesungguhnya
Rasulullah SAW telah mengajari kami sunnah-sunnah nabi, termasuk sunnah nabi
adalah mengerjakan sholat di Masjid yang dikumandangkan adzan di dalamnya
”.
Shohih Muslim (I/453).

 
Ancaman bagi yang tidak mendatangi sholat jamaah tanpa udzur

Islam telah
menjatuhkan sangsi yang berat atas siapa saja
yang melakukan atau mengabaikan
sholat fardlu berjamaah, bahkan ada sebagian ulama yang menganggap sholat
fardhu di rumah (bagi lelaki) adalah tidak sah. Berikut adalah beberapa dalil
yang berkaitan dengan anjuran sholat berjamaah DI MASJID:

1. Dari ibnu Abbas Ra, Rasulullah
SAW
bersabda
yang artinya: “Barrang siapa mendengar
seruan adzan sedang tidak ada udzur yang menghalanginya mengikuti sholat
berjamaah maka tidak sah sholat yang dilakukannya sendirian” mereka berkata:
”apa itu udzur?”
Rasulullah
SAW
menjawab:”rasa takut (tidak aman)
dan sakit
”(HR
Abu Dawud). Hadits senada juga dikeluarkan oleh Al Hakim dengan lafazh yang
berbeda.

2. Dari Abu Dardaa’ Ra, Rasulullah
SAW

bersabda yang artinya: “Bilamana ada tiga
orang yang tinggal di suatu

kota

atau desa tidak menegakkan Sholat
berjamaah, maka setan akan mempecundangi mereka! Maka hendaklah kalian selalu
menegakkan sholat berjamaah
” (HR Hakim)

3. Bahkan amal ibadah
lainnya tidak akan bernilai jika ia sama sekali meninggalkan sholat berjamaah,
sebagaimana yang dikatakan ibnu Abbas Ra ketika ditanya tentang seseorang yang
rajin mengerkajan puasa disiang hari dan tahajjud dimalam hari namun ia tidak
pernah mengahadiri sholat jum’at dan sholat berjamaah, beliau menjawab:”ia
berada dalam neraka” (HR Tirmidzi).

4. Rasulullah
SAW

bersabda yang artinya: “Sesungguhnya
sholat yang paling berat atas kaum munafiqin adalah sholat isya’ dan sholat
fajar, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan
menghadirinya meskipun dengan merangkak. Sungguh betapa ingin rasanya aku
memerintahkan orang-orang untuk sholat, kemudian aku memerintahkan seseorang
untuk mengimami mereka . lalu aku pergi bersama beberapa orang laki-laki dengan
membawa kayu bakar menjumpai orang-orang yang tidak menghadiri sholat
berjamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api
” (Shohih Bukhori,
Muslim).

5. Masih
dalam Shahih Muslim, disebutkan riwayat dari Abu Hurairah Ra bahwa seorang
laki-laki buta berkata kepada Rasulullah SAW yang artinya “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid.
Apakah aku punya keringanan untuk shalat di rumahku ?” Rasulullah SAW bertanya
yang artinya: “Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat ? ia menjawab, “Ya”,
beliau berkata lagi, “Kalau begitu, penuhilah
” [Hadits Riwayat Muslim,
kitab Al-Masajid 653]

Apa Hukum Sholat berjamaah??

Para ulama berbeda pendapat
tentang hokum sholat berjamaah, yaitu antara sunnahmuakad, fardlu kifayah atau
fardlu ‘ain. Berikut penjelasannya:

 1. Bagi yang berpendapat sunnah
muakad
, salah satu dalil yang dipakai adalah hadits no 4 dalam Shohih
Bukhori & Muslim, alasannya karena pada saat itu
Rasulullah
SAW tidakjadimembakar rumahorang yang meninggalkansholat jamaah di masjid.

2. Bagi yang berpendapat Fardlu kifayah, dalil yang digunakan adalah Hadits no
2, seperti sudah jelas dalam HR
Hakim.

3. Bagi yang berpendapat Fardlu ‘ain, dalil yang digunakan adalah Hadits no
1,3,4,5. Hadits no 1 & 3 sudah jelas. Hadits no 4
(Shohih Bukhori, Muslim) digunakan
dalil karena pada saat itu Rasulullah SAW memang tidak membakar rumah orang
yang tidak sholat fardlu berjamaah di masjid, hal tersebut dikarenakan di dalam
rumah-rumah tersebut terdapat anak-anak dan wanita yang tidak wajib sholat
fardlu berjamaah di Masjid. Hal tersebut diperkuat dengan hadits no 5 (HR
Muslim), yang menyatakan seorang lelaki yang buta pun disuruh Rasulullah
SAW mendatangi panggilan adzan
, padahal tidak ada penuntun baginya,
lalu bagaimana pula dengan kita yang diberi fisik sempurna oleh ALLAH SWT ???
terlebih lagi jalan – jalan sekarang tidak seperti dulu yang gelap gulita..
terlebih lagi terhadap apa yang difirmankan ALLAH SWT dalam QS
An-Nisa:102, yang
disebutkan bahwa dalam perang pun kita dianjurkan
Sholat berjamaah..
Lalu bagaimana dengan kita disini yang dalam
keadaan damai???
Renungkanlah wahai saudaraku seiman..!!! Apa lagi yang
kalian ragukan..???

Pengambilan
hukum Wajibnya sholat berjamaah dimasjid bagi lelaki jugadiperkuat oleh Firman
Allah SWT berikut:

 1. “Artinya : Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan
rukulah bersama orang-orang yang ruku
” [Al-Baqarah :43]

2. “Artinya : Dan apabila kamu berada di tengah-tengah
mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka
hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang
senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan
seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi
musuh) dan hendaklah dating golongan yang kedua yang belum shalat, lalu
shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang
senjata
” [An-Nisa : 102]

Hukum mengerjakan sholat fardlu berjamaah di Masjid

Hukumnya fardlu ‘ain bagi lelaki muslim yang sudah baligh tanpa uzhur,
namun bukan syarat sahnya sholat. Ini merupakan pendapat sejumlah sahabat dan
para ulama, diantaranya ubnu Mas’ud & Abu Musa Al Asy’ari Ra, sebagian
ulama Syafi’iyah seperti Atha’ bin Abi Robbah, Al Auzaa’I, Abu Tsaur, ibnu
khuzaimah dan ibnu Hibban, serta pendapat mayoritas ulama Hanafiyah dan
Hambaliyah.

Akan tetapi, untuk sholat sunnah seperti sholat
sunnah rowatib dll (yang tidak dianjurkan berjamaah) adalah lebih baik
dikerjakan di rumah, baik bagi laki-laki maupun wanita. Sebagaimana sabda
beliau yang Artinya: “Sebaik-baik shalat
seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat-shalat fardhu
".

Hukum sholat bagi wanita yang terbaik adalah
dirumahnya, bukan dimasjid, sampai sampai Rasulullah SAW mengatakan yang
maknanya bahwa sholat wanita dirumahnya lebih utama daripada sholat di masjidku
(masjid nabawi), padahal sholat dimasjid nabawi pahalanya seribu kali lipat daripada sholat di masjid lainnya (selain
masjidil Aqso dan masjidil Haram). Akan tetapi tidak mengapa kalau wanita
mendatangi sholat jamaah di masjid.

 

Pernyataan para imam untuk mengikuti sunnah dan meninggalkan yang
menyelishi sunnah

Yang dimaksud sunnah
disini adalah jejak hidup atau apa yang dilakukan nabi SAW (bukan sunnah dalam
pengertian fiqih, yang bila dilaksan akan mendapat pahala dan bila ditinggalkan
tidak berdosa)…

Ikutilah oleh kalian apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan
kalian dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-mimpin selain Dia. Sungguh
sedikit sekali kamu ingat kepadanya
” (QS Al A’rof:3)

“Artinya : Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya
” [An-Nisa
: 59]

“Artinya : Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi
perintahNya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih
” [An-Nur
: 63]

Sedangkan berikut ini
adalah pernyataan para imam madzhab:

1. Pernyataan
Imsm Abu Hanifah:

Ø “Jika (ada) suatu
hadits Shohih, itulah madzhabku”

Ø “Tidak halal bagi
seseorang mengikuti perkataan kami bila ia tidak tahu dari mana kami mengambil
sumbernya”

Ø “Kalau saya
mengemukakan suatu pendapat yang bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits
Rasulullah SWA, tinggalkanlah pendapatku itu.” Dll

2. Imam Malik
bin Anas:

Ø “Saya hanyalah seorang
manusia, terkadang salah terkadang benar. Oleh karena itu, telitilah pendapatku.
Bila sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah maka ambillah, dan bila tidak sesuai
dengan Al Qur’an dan As Sunnah maka tinggalkanlah.”

Ø “Siapapun pendapatnya
bias ditolak dan bisa diterima, kecuali hanya nabi SAW sendiri” dll

3. Imam Syafi’i:

Ø “Setiap orang harus
bermadzhab kepada Rasulullah SAW dan mengikutinya. Apapun pendapat yang aku
katakan atau sesuatu yang aku katakan itu berasal dari Rasulullah SAW, tetapi
ternyata berlawanan dengan pendapatku, apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW
itulah yang menjadi pendapatku.”

Ø “Bila kalian menemukan
dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan hadits Rasulullah SAW, peganglah
hadits Rasulullah SAW dan tinggalkanlah pendapatku itu.”

Ø “Setiap hadits yang
dating dari Rasulullah SAW berarti itulah pendapatku, sekalipun kalian tidak
mendengarnya sendiri dari aku.”

Ø “Bila suatu masalah ada
Haditsnya yang sah dari Rasulullah SAW menurut kalangan ahli hadits, tetapi
pendapatku menyalahinya, pasti aku akan mencabutnya, baik selama aku hidup
maupun setelah aku mati.” dll

4. Imam Ahmad
bin Hambal:

Ø “Janganlah engkau
taklid (mengekor) kepadaku atau Malik atau Syafi’I atau Auza’I atau Tsauri,
tetapi ambillah dari sumber mereka mengambil”

Ø “Pendapat Auza’I, Malik
dan Abu Hanifah adalah ra’yu (pikiran). Bagi saya semua ra’yu sama saja, tetapi
yang menjadi hujjah agama adalah yang ada pada atsar (Hadits).” dll

Uzhur yang membolehkan tidak menghadiri sholat berjamaah

Uzhur umum: Hujan deras, angin kencang, hujan salju, udara
dingin yang menyengat, udara panas yang sangat menyengat dan sejenisnya

Uzhur Khusus: Sakit yang menjadikan penderitanya tidak bisa
menghadiri sholat berjamaah, kondisi tidak aman yang membahayakn diri, harta
dan kehormatannya, menahan buang air kecil dan buang air besar, ketika makanan
sudah dihidangkan (dan jangan tergesa-gesa memakannya, sekalipun sudah iqomat),
tidak ada baju yang bisa menutup aurat, safar, hilang ingatan dll

Setelah tampak
kebenaran ini dan setelah jelas dalil-dalilnya, maka tidak boleh seorang pun
mengingkarinya hanya karena ucapan si fulan dan si fulan. Wallahu a’lam.

Sumber:

· Tuntunan praktis sholat berjamaah oleh DR Sholih bin
Ghanim As Sadlan

· Sifat Sholat Nabi SAW oleh Syaikh Muhammad Nashirudin Al
Albani

· Bulughul Maram, oleh ibnu hajar Al Atsqolani

· Riyadlus Sholihin imam Nawawi

[Yanto Abdurrahman]