Archive for December, 2006

Keutamaan beberapa Surat / ayat Al Qur’an

Monday, December 25th, 2006

1. Surat Al Fatihah: Dari
Abi Said Rafi’ bin Al Mu’alla ra berkata, Rasulullah SAW berkata kepadaku:
"maukah aku ajarkan kepadamu surat  yang paling agung
dalam Al Qur’an, sebelum kamu keluar masjid?" Lalu beliau memegang
tanganku, dan ketika kami hendak keluar aku nertanya:"Ya Rasulullah,
engkau berkat bahwa engkau akan mengajarkanku surat yang paling agung dalam Al
Qur’an?" Beliau menjawab: "Alhamdulillahirobbil ‘alamiin [Al Fatihah], ia adalah tujuh
ayat yang dibaca pada setiap sholat, ia adalah tujuh ayat yang agung yang
diberikan kepadaku.
" [HR Bukhori]

2. Surat Al Fatihah &
beberapa surat
terakhir Al Baqoroh: Dari ibnu Abbas ra berkata: ketika Jibril AS
sedang duduk di sisi Nabi SAW, baginda mendengar suara dari atas, lalu beliau
mendongakkan kepala dan bersabda: "ini
adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini dan tidak pernah dibuka kecuali
hari ini.
" Lalu turun malaikat dari pintu tersebut, kemudian bersabda:
"ini adalah malikat yang turun ke
bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini.
" Lalu dia (malaikat)
memberi salam seraya berkata: "Aku membawa berita
gembira dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah
diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu surat Al
Fatihah dan beberapa ayat terakhir surat
Al Baqoroh, tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu mendapat
karunia."
[HR Muslim]

3. Surat Al Baqoroh:
Dari Abu Hurairoh ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kau jadikan rumah-rumahmu seperti
kuburan, sesungguhnya setan akn lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqoroh.
"
[HR Muslim]

4. Ayat Kursi: Dari Ubay bin Ka’ab ra berkata:
Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Munzir, tahukah engkau ayat manakah dalam Al
Qur’an yang paling agung menurutmu?
" Aku menjawab:
"Allahulaa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuum [ayat kursi]", Lalu
beliau menepuk dadaku dan bersabda: "Semoga
Allah memudahkan ilmu bagimu wahai Abu Munzir
." [HR Muslim]

Dalam Hadits yang panjang [HR Bukhori], dari Abu Hurairoh, ada seorang
pencuri harta zakat yang setelah tertangkap tiga kali, kemudian meminta (untuk
ketiga kalinya) dilepaskan, dia berkata kepada Abu Hurairah ra: "…Sesungguhnya saya ingin memberitahukan kepadamu beberapa
kalimat yang mana Allah akan memberi manfat dengan kalimat itu, apabiola hendak
tidur bacalah ayat kursi, seandainya kamu membacanya niscaya Allah selalu
memberi perlindungan dan setan tidak akan datang kepadamu sampai waktu pagi
"
Keesokan harinya, perkataan Pencuri tersebut dibenarkan oleh Rasulullah SAW,
dan Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya
ia berkata benar kepadamu, walaupun ia adalah pendusta. Dia Adalah setan
"

5. Dua Ayat terakhir QS Al Baqoroh: Dari Abi Mas’ud Al Badri ra, dari
Rasulullah SAW beliau bersabda: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir QS Al Baqoroh pada
waktu malam niscaya ia akan mencukupinya
." [HR Bukhori &
Muslim]

Imam Nawawi dalam Kitab Riyadhush Sholihin menulis "ada yang
mengatakan ia telah terjaga dari sesuatu yang tidak diinginkan pada malam itu; Ada yang mengatakan ia
telah cukup walaupun tidak bangun untuk sholat malam"

6. Al Baqoroh & Ali ‘Imron: Dari Abi Umamah Al
Bahili berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al Qur’an,
karena di hari kiamat kelak ia akan memberikan syafaat bagi para pembacany,
bacalah zahrawain, yaitu
surat 
Al Baqoroh & Ali ‘Imron. Sesungguhnya pada hari kiamat nanti keduanya akan
datang bagaikan dua awan atau dua kawanan burung yang berbaris yang siap
membantu orang-orang yang pernah membacanya. dan bacalah
surat Al Baqoroh, karena membacanya adalah
suatu berkah dan meninggalkanya adalah suatu kerugian. Dan tukang sihir tak
akan sanggup menghasilkannya.
" [HR Muslim]

7. Sepuluh ayat dari Surat Al
Kahfi:
Dari Abi Darda’ ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang
menghafal sepuluh ayat pertama dari
Surat
Al Kahfi, maka akan terjaga dari Dajjal.
" Dalam riwayat lain: "…sepuluh
ayat terakhir…"
[HR Muslim]

8. Membaca Surat Al Kahfi pad
hari Jum’at:
DAri Abi Said Al Khudri ra berkata, bahwa Rasulullah
SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Surat
Al Kahfi pada hari Jum’at,(maka) akan diterangi cahaya antara dua Jum’at
."
[HR Al Hakim & Baihaqi, Shohih]

9. Surat Tabaarok (AL
Mulk):
Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Surat Tabaarok (AL Mulk)
adalah penjaga dari azab kubur.
" [HR Al Hakim & Abu Na'im,
Shohih]

10. Surat At Takwir, Al
Infithaar dan Al Insyiqaaq:
Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulullah
SAW bersabda: "Barangsiapa yang suka untuk melihat aku di hari kiamat
dengan sebenar-benar penglihatan, bacalah
Surat
At Takwir, Al Infithaar dan Al Insyiqaaq.
" [HR Ahmad, Tirmizi
& Hakim] 

11. Surat Al Ikhlash:
DAri Abi Said Al Khudri ra Bahwa Rasulullah SAW bersabda tentng Qul Huwallahu
ahad: "Demi Allah –Yang diriku
berada di dalam genggaman-Nya–, sesungguhnya ia (
Surat Al Ikhlash) menyamai
sepertiga Al Qur’an
.
" Pada
Riwayat lain Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya: "ADakah diantara kamu yang tidak sanggup
membaca sepertiga Al Qur’an dalam satu malam?
" Hal ini memang berat
bagi mereka, lalu mereka bertanya: "Siapakah di antara kami yang mampu ya
Rasulullah?" Beliau bersabda: "Qul Huwallahu ahad Allahush Shomad, adalah sepertiga Al
Qur’an.
" [HR Bukhori]

12. membaca 10x Surat
Al Ikhlash:
Dari Mu’adz bin Anas ra, Rasulullah SAW bersabda:" Barang siapa membaca Qul huwallahu ahad
sebanyak sepuluh kali niscaya Allah akan membangun
baginya rumah di surga
." [HR Ahmad]

13. QS Al Falaq & An Naas: Dari ‘Uqbah bin ‘Amir
ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Adakah kau lihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini
dan selainnya tidak dapat dilihat sepertinya? Dialah Qul a’udzu birobbil falaq
& Qul a’udzu birobbinnaas
." [HR Muslim]

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra, ia berkata: "Rasulullah SAW selalu berlindung diri dari gangguan Jin dan Manusia
sehingga turunlah surat Qul a’uudzu (QS Al Falaq
& An Naas) setelah turun dua surat

itu
beliau membacanya dan meninggalkan doa-doa yang lain selain dua surat tersebut. [HR
Turmudzi]

14. QS Al Ikhlash, QS Al Falaq & An Naas: DAri
Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW apabila akan berangkat
tidur
tiap-tiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya
kemudian meniupkannya seraya membaca Surat Al Ikhlash, Al Falaq & An Naas,
kemudian beliau mengusapkannya keseluruh tubuhnya (sebatas yang bisa) dimulai
dari kepala lalu muka kemudian bagian depan dari badan. Beliau melakukannya
sebanyak tiga kali. [HR Bukhori & Muslim]

15. Membaca QS Al Ikhlash, QS Al Falaq & An Naas ketika
sakit:
Abdullah bin
Yusuf bercerita kepada kami, Malik bercerita kepada kami dari Ibnu Syiyab, dari
‘Urwah, dari ‘Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW bila
merasa sakit beliau membaca sendiri Al Mu’awwizat
(QS Al Ikhlash, QS Al
Falaq & An Naas) kemudian meniupkannya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah
aku yang membacanya kemudian aku usapkan ke tangannya mengharap keberkahan
darinya. [HR Bukhori]

16. Tambahan dari Saya (penulis: Desyanto DR), Salah
satu ayat yang tidak kalah pentingnya adalah ayat ke-3 dari Surat Al Maa-idah,
sampai-sampai seorang Yahudi berkata kepada Umar bin Khothob (dialognya kurang
lebih) “ Sesungguhnya ada satu ayat dalam kitabmu yang jika ayat itu turun
kepada kami (Yahudi) niscaya hari turunnya ayat itu akan kami jadikan sebagai
hari raya” Umar bertanya:” Ayat yang manakah itu?” orang Yahudi berkata: “Al
yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ni’matii wa rodhiitu islami diinaa”
Umar berkata: ”Sesungguhnya aku lebih tahu kapan waktu turunnya ayat tersebut,
yaitu pada hari Jum’at saat haji wada’”. Dari dialog tersebut dapat diambil
beberapa faidah:

    • Ayat ketiga dari surat Al Maa-idah adalah ayat yang agung, yang hanya diberikan khusus untuk nabi Muhammad SAW, karena ayat
            itu menunjukkan telah sempurnanya islam, sehingga islam tidak memerlukan
            tambahan apalagi pengurangan apapun dari siapapun juga. Syariat islam
            telah sempurna, tanpa ada kekurangan, sampai-sampai hal itu diakui oleh
            orang yahudi.
    • Dalam agama islam hanya ada dua hari raya, yaitu
            hari raya idul fitri dan idul ad-ha(1), sehingga Umar bin
            Khothob tidak berani menjadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari
            raya.
    • Ayat tersebut dijadikan hujjah oleh para ulama dan
            imam mahzhab sebagai dalil tidak bolehnya mengada-ada (Bid’ah) dalam
            urusan syari’at, karena agama islam ini telah sempurna sehingga tidak
            memerlukan tambahan apalagi pengurangan apapun dari siapapun juga.

Catatan: (1): Dalam suatu riwayat
(saya lupa siapa yang meriwayatkannya), yang intinya kurang lebih: di Madinah
ada dua kali perayaan setiap tahunnya, kemudian Rasulullah mengganti dua hari
raya itu dengan hari raya idul Fitri dan idul Ad-ha.

Keutamaan 10 hari Pertama Bulan Szul Hijjah

Wednesday, December 20th, 2006

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN
DZUL HIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

 
    Segala puji bagi Allah semata,
shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad,
kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

Keutamaan 10 hari yang Pertama Bulan
Dzul Hijjah.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas
Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidak ada hari dimana amal
shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini
, yaitu : Sepuluh
hari dari bulan Dzul Hijjah
. Mereka bertanya : Ya Rasulullah,
tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi
sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya,
kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma,
bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah
untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini.
Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid
".

Macam-macam Amalan yang Disyariatkan

1.     Melaksanakan
Ibadah Haji dan Umrah

Amal ini adalah amal yang
paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya,
antara lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang
dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain
adalah Surga
".

2.  Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama
pada hari Arafah.

Tidak
disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang
dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: "Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan
membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya
semata-mata karena Aku
".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu
‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah
melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api
neraka selama tujuh puluh tahun
". (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah
Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Artinya :
Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala
dari Allah
melebur dosa-dosa setahun
sebelum dan sesudahnya
".

3.     Takbir dan Dzikir pada Hari-hari Tersebut.

Sebagaimana
firman Allah Ta’ala.

"Artinya : …. dan
supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan

…". (Al-Hajj : 28).

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari
dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak
dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu
‘Anhuma."Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil,
takbir dan tahmid". (Hadits Riwayat Ahmad).

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu
Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari
tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya.
Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari
ini mengucapkan : "Allahu Akbar, Allahu
Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu"

"Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah
Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan,
masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu

…". (Al-Baqarah : 185).

Tidak dibolehkan mengumandangkan
takbir bersama-sama
, yaitu dengan
berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor).
Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah
masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir
dan do’a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan
mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang
mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya
yang disyariatkan.

4.    Taubat serta Meninggalkan
Segala Maksiat dan Dosa.

Sehingga
akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan
terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta
kasih Allah kepadanya.

Disebutkan
dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya
Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan
apa yang diharamkan Allah terhadapnya
" (Hadits Muttafaq ‘Alaihi).

5.    Banyak Beramal Shalih.

Berupa
ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar
ma’ruf nahi munkar
dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada
hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila
dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada
amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama,
sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang
yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan
pada Hari-hari itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada
setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir
muqayyad
, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang
dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak
Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari
Tasyriq.

7.    Berkurban pada Hari Raya
Qurban dan Hari-hari Tasyriq
.

Hal ini
adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus
putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam.

"Artinya : Berkurban
dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau
sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta
meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu
". (Muttafaq
‘Alaihi).

8.    Dilarang Mencabut atau
Memotong Rambut dan Kuku bagi orang yang hendak Berkurban.

Diriwayatkan
oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Jika kamu
melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin
berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya
".

Dalam
riwayat lain : "Maka janganlah ia mengambil
sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban
".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang
menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan  kurbannya. Firman Allah.

"Artinya : ….. dan
jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat
penyembelihan
…".
(Al-Baqarah : 196).

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan  bagi orang yang
berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika
masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta
menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9.    Melaksanakan Shalat Iedul Adha
dan mengdengarkan Khutbahnya.

Setiap
muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah
hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari
keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan
bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi,
mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal
kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10.    Selain hal-hal yang telah
disebutkan diatas
.

Hendaknya
setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan,
dzikir dan syukur kepada Allah
, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi
segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan
Allah agar mendapat ridha-Nya.

=============================================================

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita
kepada jalan yang lurus.
Dan
shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada
keluarga dan para sahabatnya.

Oleh

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

(Ulama besar Saudi)

tambah umurnya…???

Friday, December 1st, 2006

Hari ini ultah…???
Hari ini bertambah umurnya…???
Koq malah senang siy…

Apalah gunanya pertambahan umur jika tak dibarengi peningkatan kualitas diri…
Bukankah orang yang merugi adalah orang yang kualitas hari ini sama dengan hari kemaren…???
Lalu bagaimana dengan diriku yang kualitas hari ini lebih buruk dari hari kemaren…???
Lagipula semakin umur kita bertambah berarti semakin berkurang jatah hidup kita di dunia ini…


Hari demi hari silih berganti…
Bulan dan tahun pun berganti begitu saja…
Tak terasa sudah 24 tahun aku berada di dunia fana ini…
Tanpa ada suatu yang bermakna, kecuali hanya sedikit…
Muda berganti tua…
Makin dekat ajal kan tiba…
Kenapa ku masih bisa tersenyum…???
Sudah cukupkah amal ibadah yang aku kerjakan…???
Sebagai persiapan tuk menghadap-NYA…
Hanya Rahmat-NYA lah yang bisa menolongku…
Hamba yang penuh dosa lagi lupa diri…
Ya Allah hanya kepadamu aku memohon petunjuk, rahmat dan ampunan…

Btw, maaf ya kalo syair nya jelek… coz buatnya dadakan…