Archive for May, 2007

Salut tuk Bang Yos

Wednesday, May 30th, 2007

Salut tuk Gubernur DKI, Bang Yos

 Kemaren tersiar berita di
TV2, ttg kunjungan Bang Yos ke Austalia, tepatnya di Negara Bagian New South
Wales, atas permintaan pemerintah Australia dalam rangka urusan kerjasama. Akan
tetapi yang terjadi saat Sutiyoso sedang berada di kamar hotelnya, dua orang
polisi
Federal Australia masuk ke kamarnya dengan
menggunakan kunci master milik hotel. Menurut Bang Yos, dua polisi Australia
tiba-tiba meminta dirinya hadir dalam sidang pengadilan untuk kasus di Balibo,
Timor Timur (Menurut Sutiyoso, timnya bukanlah tim berkode sandi Susi, namun
Ummi). Permintaan itu tak dipenuhi Sutiyoso dan dianggap sebagai pelecehan
terhadap dirinya sebagai pejabat negara.
Sementara dalam jumpa pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, dia menduga yang
terjadi terhadap dirinya karena informasi yang tak akurat, terutama berkaitan
tugasnya di Timtim dulu.

 Akibat peristiwa tak
mengenakkan itu, Sutiyoso kemudian merekomendasikan hubungan sister city antara
Jakarta dan Kota Sydney, New South Wales yang terjalin sejak tahun 1994 ditinjau ulang. Dia beralasan, peristiwa yang
dialaminya mencerminkan arogansi Australia terhadap Indonesia. Selain itu
Sutiyoso juga meminta pemerintah Australia untuk minta maaf atas insiden itu.

 Terlepas dari terlibat
atau tidaknya Bang Yos dalam peristiwa itu, Saya sangat salut kepada bang Yos,
karena tidak semua pejabat di negeri ini bisa bertindak begitu.. Setelah merasa
dilecehkan, beliau langsung mempercepat kunjungan dan membatalkan beberapa
pertemuan, bahkan meminta pemerintah Australia tuk minta maaf.. Salut dah buat
Bang Yos…

Free e-book

Tuesday, May 29th, 2007

Download
Free e-book

Bagi teman2 yang suka download/yang lagi cari
gratisan ebook, aku punya alamat download gratisan ebook. Coba saja di situs
ini: 
http://www.toebook.com .

Kategorinya lumayan banyak koq… Coba saja dibuka..
Oia, file nya dalam format PDF atau CHM

Dah dulu ya.. Kalo ada yan gtau alamat download
gratisan ebook, tlg tambahi di comment artikel ini ya.. Thx b4

ToReN = YanTO keREN

Enaknya Jadi Pneghuni Lab

Tuesday, May 29th, 2007

Enaknya Jadi Penghuni
Lab

Tau ga enaknya jadi penghuni
Lab??? Yang jelas selain dapat fasilitas alat2 tuk ngerjain TA, seperti
osiloskop, AFG dan Frequency Generator yang ga mungkin kita beli sendiri, kita
juga dapat fasilitas tambahan, yaitu ngenet 24jam sehari, 7 hari seminggu non stop
dengan unlimited access… (asal internetnya ga dimatikan sama admin) Bayangin
saja kecepatan downloadnya bisa sampe 300 kBps.. Jadi download file 131 MB Cuma
10 menit.. Bayangin, Cuma 10 menit tok.. Kalo di warnet2, 10 menit paling Cuma bisa
tuk download 10 MB (itupun dah bersyukur…). Yah emang siy, ga selamanya 300
kBps.. yang jelas kecepatan download minimal rata2 10 – 40 kBps kalo siang/jam
rame. Kalo jam malem/jam2 sepi bisa sampai diatas 70 kBps.. Lumayan kan..

<ToReN = Yanto keREN>

Sahabat pengkhianat

Wednesday, May 23rd, 2007

Sahabat

Sahabat tempat kita berbagi susah…

Sahabat tempat berbagi derita…

Sahabat tempat berbagi duka…

 

Sahabat tempat kita bersandar dikala
kita susah…

Sahabat berguna jika kita menderita…

Sahabat kita kunjungi jika kita sedang
berduka

 

Malangnya menjadi seorang sahabat yang
loyal…

Sahabat yang hanya berguna disaat-saat
susah…

Sahabat yang dicampakkan ketika derita
sudah hilang…

Habis manis sepah dibuang…

 

Saya kira tidak berlebihan apa yang saya tulis
dalam beberapa baris di atas. Terkadang kita begitu jahat memperlakukan teman,
bahkan sahabat kita. Seringkali kita begitu dekat kepada teman kita (terutama)
disaat kita butuh bantuannya. Namun ketika kita sudah tidak membutuhkan
bantuannya, kita meninggalkan teman kita begitu saja.. Habis manis sepah
dibuang.

Mungkin jika sekedar hubungan pertemanan hal itu
sudah biasa dan tidak terlalu “sakit hati”. Yang jadi masalah adalah jika yang
melakukan hal itu adalah seseorang yang kita anggap sebagai teman akrab/sahabat
karib kita. Tentu saja rasanya akan sangat lain. Hati kita yang merasa “dikhianati“
oleh sahabat jauh lebih sakit daripada dikhianati teman biasa.

Seringkali kita jumpai ada orang yang begitu
perhatian dan begitu baiknya kepada sahabatnya, apa yang sahabatnya perlukan
dia bantu mendapatkannya walau sahabatnya tersebut tidak meminta bantuannya. Seseorang
yang mendahulukan kepentingan sahabatnya di atas kepentingan dirinya sendiri…
Namun tak jarang juga kita jumpai, balasan dari sahabat yang mendapatkan
perlakuan baik itu justru sebaliknya. Sahabat tersebut memang dekat dikala dia
sedang kesusahan/menderita/butuh bantuan, tetapi giliran penderitaan/kesusahan
yang dia alami sudah hilang, dia begitu saja “menghilang” dan mencampakkan
sahabatnya tersebut… dan hanya kembali ke sahabatnya itu jika dia mengalami
penderitaan/kesusahan lagi…

Masih adakah orang yang tega berbuat seperti itu??
Tentu saja masih. Jujur saja, aku beberapa kali diperlakukan  seperti itu. Tapi bagiku tak ada kata dendam.
Memang terkadang aku ingin membalasnya, dalam artian mau
meninggalkanya/menjauhinya. Tapi apa untungnya bagiku. Jika aku melakukan
seperti itu, berarti aku lebih jahat daripada orang yang aku balas. Bukankah
balas dendam selalu berbuat lebih kejam daripada apa yang telah diperbuat terhadap
kita. Selain Alloh melarang kita balas dendam sekalipun terhadap orang yang
telah berbuat jahat kepada kita, jika kita berniat menjauhi teman kita, berarti
kita telah memutus tali hubungan silaturrohmi, tentu saja dosanya jadi semakin
besar… Alhamdulillah, saya masih bisa berpikir jernih, dan semoga selamanya
bisa berpikir jernih untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Soal
teman/sahabat yang mau seenak hatinya memperlakukan teman/sahabatnya itu urusan
Alloh, biar Alloh yang menghakiminya. Syukur2 kita bisa memaafkan kesalahan
sahabat/teman kita yang berbuat demikian. Bukankah ada sahabat Nabi yang
dijamin masuk surga, padahal amalnya biasa saja, hanya ibadah2 yang wajib.
Ingat kisahnya? Seperti yang disampaikan ibnu Umar,
kisahnya kurang lebih sebagai berikut: Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda
(kurang lebih), sebentar lagi ada ahli surga yang datang. Tak berapa lama
kemudian datanglah si fulan. Kejadian tersebut berulang 3x berturut2. Kemudian
ibnu Umar menyelidiki si fulan tersebut. Ibnu Umar menemui si fulan dan menceritakan
kalo beliau (ibnu Umar) sedang ada masalah dengan ayahnya, jadi beliau meminta
diizinkan menginap di rumah si fulan tersebut. Tanpa keberatan si fulan
mengizinkan ibnu Umar menginap di rumahnya. Selama menginap di rumah si fulan
tersebut, ibnu Umar menyelidiki amal ibadah yang dilakukan si fulan, yang
menyebabkan Rasulullah SAW menggolongkan si fulan termasuk ahli surga. Selama
menginap itu pula ibnu Umar tidak menjumpai amal ibadah yang istimewa pada diri si fulan. Bahkan si fulan tidak
melakukan sholat malam, si fulan hanya melakukan ibadah wajib saja. Setelah beberapa
hari menginap dan menyelidiki, akhirnya ibnu Umar mengatakan yang sesungguhnya
kepada si fulan. Ibnu umar mengatakan kalo sebenarnya beliau telah berbohong.
Sebenarnya beliau tidak ada masalah dengan ayahnya. Beliau menginap di rumah si
fulan hanya untuk menyelidiki amal ibadah apa yang dilakukan si fulan, yang
menyebabkan si fulan digolongkan penghuni surga oleh Rasulullah SAW. Setelah
mengatakan yang sebenarnya, kemudian ibnu Umar bertanya kepada si fulan apakah
si fulan punya amalan istimewa. Mendengar pertanyaan ibnu Umar tersebut, si
fulan menjawab bahwa sesungguhnya dia tidak punya amal/ibadah yang istimewa,
hanya saja
tiap kali sebelum tidur, si fulan
memaafkan semua kesalahan2 saudara2nya/teman2nya yang diperbuat terhadapnya.

Jujur Ajur…

Wednesday, May 23rd, 2007

Susahnya jadi orang
jujur

Saya melihat tayangan berita dari MetroTV, tentang
3 orang guru yang terancam dipecat oleh sebuah sekolah menengah swasta di Medan.
Penyebab keitga guru tersebut dipecat adalah gara-gara ketiga guru tersebut membocorkan
kecurangan yang terjadi di sekolah tersebut ketika melakukan Ujian Nasional. (metroTV 23 Mei 2007)

Apakah sebegitu parahnya bangsa kita ini.. Dimana
akhlak baik diberantas dan akhlak jelek dipelihara… Bagaimana pula generasi
penerus bangsa ini bisa menjadi generasi yang baik, jika profil sekolah yang
mendidik mereka sudah mengajarkan sesuatu yang jelek kepada anak didiknya.
Sebuah lembaga yang seharusnya memberi pengajaran yang baik, malah memberikan
pengajaran yang jelek kepada anak didiknya. Memang benar, tidak semua lembaga
pendidikan seperti itu.. Tapi sayangnya, kenyataan yang terjadi di bangsa kita
memang demikian adanya.

Sudah sangat sering kita lihat, baik melalui media
maupun secara langsung, bahwa kebaikan dan kebenaran diberantas dengan
kejelekan dan kebatilan. Sering kita jumpai, jika ada orang jujur di suatu
kantor/perusahaan tiba2 orang jujur tersebut kerjanya dipindah ketempat lain,
(yang ironisnya) tempat kerja barunya biasanya lebih terpencil dan lebih ga
enak…

Yang jadi masalah adalah, bagaimana cara mengatasi
semua itu. Memang tidak mudah untuk merubah sistem yang sudah sedemikian kacau
dan membudaya di bangsa kita ini. Betapapun dibuat suatu peratuan ataupun yang
lainnya untuk sistem yang sudah mengakar ini, tentu tidak dapat merubah sistem
tersebut menjadi sesuatu yang lebih baik. Tentu saja tidak bisa.. Lha pembuat/aparat/pelaksana
peraturan saja belum bisa dijadikan contoh yang baik…

Solusinya??? Ya tentu saja mulai dari diri kita
kemudian keluarga kita sendiri. Memang butuh waktu yang lama untuk cara ini,
tapi mungkin ini jauh lebih efektif.. Penanaman nilai2 moral dan nilai2
agama/religius perlu ditanamkan sejak dini.. Aku yakin, seseorang yang punya
agama dan mengenal Tuhannya, pasti akan berbuat sebaik2nya dalam kehidupan ini.
Ingat, orang yang mengenal siapa Tuhannya, bukan orang yang tahu nama
Tuhannya…

Tes Nasmoco

Wednesday, May 16th, 2007

Niat ikut Tes Ga Siy…

Minggu
kemaren, tgl 9 Mei aku ikut tes Nasmoco dan Alhamdulillah lolos ke tahap
wawancara dihari berikutnya (10 Mei). Materi tes juga standard, psikotes gitu
deh.. suruh nglengkapi gambar, nggambat orang, pohon, hitung deret, dll Tapi ga
tau, knapa wkt mo brgkt tes wawancara aku males banget. Gimana mo niat, lha
wong aku daftarnya Management Trainee (MT) Service.. yang buat aku bingung tuh “servisnya”,
maksudnya service pelayanan secara umum terhadap pelanggan ato servis dalam
artian mbenerin mobil yang rusak…

Tapi apapun
itu toh ga ngefek, kalo masuk MT kan nantinya dididik selama 1 tahun tuk jadi
manager, jadi walo background aku dari Elektro, aku ga takut kalah saingan sama
anak mesin, apalagi anak ekonomi… Yang lucunya, dan kelihatn ga niatnya itu
gini.. Tesnyakan
jam 13.30, nah waktu itu aku ketiduran, dan temen yang nyamper aku pun baru datang
jam 13.15.. Wuaduh.. padahal perjalanan 30 sekitar menitan kalo lancer. Selesai
persiapan dll, kita baru siap jam 13.30 (dari Tembalang). Dan tahu sendirilah,
jam segitu kan
waktunya pulang kantor/sekolah.. Otomatis jalanan ramai.. Dan baru sampai di
Nasmoco nya (Kaligawe) sekitar jam 14.30.. Huahahaha.. Kontan saj aku dan
temenku cekikikan… Tapi tetep saja aku dan temenku beranikan diri masuk ke
lokasi siding.. Alhamdulillah, ternyata yang dipanggil itu berdasrkan urutan
datangnya, otomatis kita masih dapat kesempatan ikut tes wawancara.. hehehehe…

Aku sama
temenku cuma cengar cengir gar-gara datang telat… Tapi pas diwawancara ya
biasa. Untung yang mewawancarai ga Tanya jam berapa anda datang….. Yang
ditanyakan di wawancara itu juga pertanyaan standard, kayak waktu tes wawancar
di Siemens… Tapi yang buat aku ga optimis cuma satu.. Dari sekian banyak
kandidat yang diwawancar untuk 3 MT, hanya 5 orang yang akan diambil, dan
itupun masih digabuing dengan staff internal Nasmoco.. Peluangnya kecil ya… Ya
itulah dunia kerja… But.. aku ga terlalu beban, kan belum lulus…

Takut Tua daripada Takut Mati

Saturday, May 12th, 2007

Lebih
Takut Tua daripada Takut Mati

 Orang sekarang ternyata lebih takut tua daripada
takut mati…Ga percaya?? Banyak tuh buktinya.. Banyak orang membeli kosmetik
agar awet muda/terhindar dari penuaan, bahkan ada kosmetik yang terbuat dari
emas 24 karat… MasyaAlloh… Manusia zaman sekarang tambah aneh-aneh saja..
Tapi sayang, mereka takut tua tapi tidak takut mati.

Yang dimaksud takut mati bukan takut saat menghadapi
kematiannya, karena setiap yang bernyawa pasti akan mati.. Tapi yang dimaksud
disini takut terhadap sesuatu yang terjadi setelah kita mati, seperti siksa
kubur, adzab akhirat dll. Karena tidak ada yang bisa menjamin kita kalo kita
pasti akan mendapatkan kebahagiaan setelah kita mati. Para Nabi saja yang
dijamin masuk surga oleh Alloh SWT saja takut terhadap siksa dan Adzab Alloh
SWT…!!! Okelah, kalo ada yang bilang “Ya wajar lah.. mereka kan para Nabi…”
Ada contoh lagi dari manusia yang bukan Nabi yang patut kita jadikan teladan..
Siapa mereka? Yup.. mereka adalah para sahabat nabi, yang mereka ridlo kepada
Alloh dan Alloh pun ridlo kepada mereka (Rodliyalloohu ‘anhu wa rodluu ‘anhu).
Para sahabat nabi juga takut kalo kalo mereka mendapat adzab Alloh… Padahal
kita tahu, bagaimana keimanan dan kezuhudan mereka.. Lalu bagaimana dengan
kita.. yang sholat saja masih semrawut ga karuan.. Masih mending semrawut,
kadang malah sering kita lewatkan sholat wajib begitu saja tanpa ada perasaan
berdosa…

Intinya, marilah kita perbaiki diri kita,
khususnya hati kita.. agar hati kita senantiasa bersih.. Jangan hanya menjaga
kebersihan badan saja.. Bersihkan juga keislaman dan keimanan kita… Karena terkadang kita lebih resah dan gelisah kalo jasmani kita
sakit.. Tapi kita tidak pernah peduli jika yang sakit itu hati kita… Na’uzhu billaaahi
min dzalik..

Capeknya Tes Chevron…

Monday, May 7th, 2007

Akhirnya selesai juga tes Chevron tahap pertama.
Lumayan bingung sih.. pa lagi yang soal geometri kubus yang diputar, dibolak-balik..
Tobat deh.. Cuma separuh yang bisa aku kerjain.. Wah.. berati emang daya
imajinasiku rendah ya… Tapi gapapa coz ini tes pertamaku.. Sudah dipanggil
saja aku sudah bersyukur koq.. Coz banyak temen yg IPKnya diatasku, aktifis dan dah
lulus ga kepanggil tes..  Tapi ya itu, habis tes, palagi tes Pauli.. Leherku pegel buanget…

Oia, besok da panggilan Nasmoco.. Tapi ga tau tes
TPA/wawancara.. Aq taunya dipanggil juga dari temenku.. Coz pas ditelpon
Nasmoco aku lagi tes
Chevron di MM UGM.. Yang penting.. Mangkat bae yak.. cedak ikih, ning Semarng ngisor…
halah…

Ke Jogja Lagi???

Saturday, May 5th, 2007

Ke Jogja Lagi

Baru minggu kemaren aku ke Jogja, hanya sekedar
maen ke kos adikku yang kuliah di UGM. Eh.. besok aku harus ke UGM lagi, kali
ini aku dapet panggilan tes CHEVRON di MM UGM. Ini adalah kesempatan tes Chevron
yang keduakalinya. Sebelumnya aku pernah dapat panggilan tes Chevron di UI,
tapi karena kesibukan TA ditambah dengan jaraknya yang jauh dari Semarang aku
ga bisa ikut. Kali ini aku diberi kesempatan yang keduakalinya oleh Alloh SWT,
kesempatan kali ini tidak akan aku sia-siakan begitu saja. Sekalipun aku belum
lulus, terus maju saja.. Maju tak gentar tuk menyongong hari esok yang lebih
baik..

Aku juga ga terlalu beban menjalani tes Chevron
besok senin, ga perduli ketrima ato ga.. Yang jadi target utamaku adalah ikut
tesnya itu.. lumayan kan dapat pengalaman ikut tes.. Seperti dulu aku juga
pernah ikut wawancara SIEMENS, sekalipun ga lulus seleksi tapi aku dah bersyukur
bisa dapet kesempatan wawancara.. Jadi jika aku sudah lulus dan dapat gelar
Sarjana Teknikku, aku dah ga terlalu grogi dengan tes-tes yang ada.. PeDe aja lagiii…
Harapanku Cuma satu.. okelah kalo saat ini aku cari pengalaman tes kerja, tapi
setelah aku lulus, aku ga mau lagi cari pengalaman tes.. ya jelaslah.. yang aku
cari kerjaannya itu…

Yah.. semoga saja bisa lulus seleksi, siapa tau
bisa kerja di Chevron seperti kakakku… Doain yah..

Apa yang Tercepat

Saturday, May 5th, 2007

Apa yang paling cepat?

Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu
lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia
menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan
menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan
diterima atau tidak.

Ketika harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di
ruangan interview. Si Manager lalau mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa
yang bergerak paling cepat?

Kandidat I menjawab, "PIKIRAN. Dia muncul begitu saja
di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang.Tiba-tiba saja dia sudah
ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu".

"Jawaban yang sangat bagus", sahut si Manager.
"Kalau menurut Anda?", tanyanya ke kandidat II.

"Hm….KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan,
dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang
bergerak paling cepat kalau menurut saya"

"Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ‘sekejap mata’
untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi". Si manager berpaling
ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.

"NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya
ketahui", jawabnya, "Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan
lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala"

Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III.
"Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya", pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, "Sudah
jelas bahwa yang paling cepat itu adalah DIARE"

"APA???!!!", seru sang manager yang terkaget-kaget
dengan jawaban yang tak terduga itu.

"Oh saya bisa menjelaskannya" , kata si kandidat.
"Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi
sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya
sudah berak di celana"

Tentu saja kandidat terakhir yang diterima….