Imasn Kepada Alloh SWT

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

 Kitab-kitab yang Alloh turunkan kepada hamba-hambaNya merupakan ni’mat Alloh yang sangat besar dan wajib
untuk disyukuri.
Karena dengan diturunkannya
kitab-kitab tersebut, manusia dapat mengetahui
siapakah Alloh, apa sajakah
hak-hak Alloh, dan berbagai macam
kewajiban yang harus ditunaikannya. Namun betapa banyak manusia yang tidak memahami hakekat keimanan kepada kitab-kitab Alloh. Padahal ini merupakan
salah satu rukun (pondasi) iman seperti yang Rosululloh kabarkan,"…hendaknya engkau
beriman kepada Alloh, kepada malaikatNya,
kitab-kitabNya, kepada
para rosulNya, kepada hari akhir,
dan beriman kepada takdir Alloh
yang baiknya maupun yang buruknya…"
(H.R. Muslim). Bagaimanakah hakekat
keimanan yang benar kepada kitab-kitabNya?

Makna beriman kepada
Kitab-kitab Alloh

 Seseorang dikatakan beriman kepada kitab-kitab Alloh, tatkala dia membenarkan dengan penuh keyakinan,
baik secara global maupun secara rinci,
bahwa Alloh memiliki kitab-kitab yang diturunkan kepada hamba-hambaNya yang di dalamnya terdapat kebenaran yang nyata, cahaya dan petunjuk
yang jelas bagi manusia, dan bahwasanya
kitab-kitab tersebut adalah kalam (perkataan)
Alloh yang Ia firmankan dengan sebenarnya, sesuai dengan apa yang Ia kehendaki.

 Adapun beriman kepada kitab-kitab Alloh mencakup tiga perkara : Pertama, mengimani bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar diturunkan oleh Alloh. Kedua, mengimani kepada
rincian nama-nama kitab tersebut sebagaimana yang telah Alloh sebutkan.
Ketiga, mempercayai berita-berita yang benar dari kitab-kitab
tersebut sebagaimana pembenaran kita kepada Al Quran.

Beriman kepada Kitab-kitab
secara rinci

 Kita wajib
beriman secara rinci kepada kitab-kitab
yang telah Alloh sebutkan nama-namanya, yakni Al Quran dan kitab-kitab yang lain yaitu :

Shuhuf Ibrohim dan Musa alaihimas salam. "Sesungguhnya ini
benar-benar terdapat dalam shuhuf (lembaran-lembaran) yang dahulu, (yaitu)
shuhuf Ibrohim dan Musa".
(Al A’la :18 – 19)

Taurat, kitab yang Alloh turunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam. "Sesungguhnya
Kami telah menurunkan kitab Taurat yang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya
(yang menerangi)…"
(Al Maidah
: 44)

Zabur, kitab yang Alloh turunkan kepada Nabi Daud ‘alaihis salam. "…dan
Kami berikan Zabur kepada Daud".
(An Nisa :163)

Injil, kitab yang Alloh turunkan kepada Nabi Isa ‘alaihis salam

"Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi
Bani Isroil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yakni Taurat.
Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil …"
(QS. Al Maidah : 46)

Kitab-kitab yang terdahulu sudah diubah-ubah

 Alloh mengabarkan
di dalam Al Quran bahwa ahli
kitab, yakni Yahudi dan Nasrani,
telah mengubah kitab-kitab mereka karena itu ia tidak lagi seperti saat
diturunkan oleh Alloh.
Kaum
Yahudi menyimpangkan Taurat. Mereka mengubah dan menggantinya serta
mempermainkan hukum-hukum Taurat. Alloh berfirman, "Diantara
orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya
".
(QS. An Nisa : 46). Begitu pula dengan kaum Nasrani, mereka juga menyimpangkan
Injil. Mereka mengubah hukum-hukumnya. Alloh berfirman, "Apakah kamu
masih mengharapkan mereka percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka
mendengar firman Alloh, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, sedang
mereka mengetahui?
" (QS. Al Baqoroh : 75).

 Diantara
bentuk pengubahan yang mereka lakukan adalah penetapan bahwa Alloh mempunyai
anak. Subhanalloh…Maha suci Alloh dari yang demikian, Alloh
menceritakan, "Orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair itu putra Alloh’.
Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan
orang-orang kafir yang terdahulu…
”(QS. At Taubah : 30)

 Begitu pula penuhanan kaum Nasrani
terhadap Nabi Isa ‘alaihis salam serta perkataan mereka bahwa Alloh
adalah salah satu dari tiga unsur (baca : "trinitas"). Alloh berfirman,
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya
Alloh ialah Al Masih putra Maryam’, padahal Al Masih (sendiri) berkata, ‘Hai
Bani Isroil, sembahlah Alloh Tuhanku dan Tuhanmu’. ………Sesungguhnya kafirlah
orang-orang yang mengatakan, ‘Bahwasanya Alloh salah satu dari yang tiga’,
padahal sekali-kali tidak ada sesembahan selain dari Alloh Yang Maha Esa…
"
(QS. Al Maidah : 72 – 73). Dengan diturunkannya Al Quran,
maka Al Quran me-nasakh (menghapus/mencabut
masa berlaku) kitab-kitab yang sebelumnya.

(At Tauhid lish shaffits Tsani Al ‘Ali, kumpulanUlama)

Al Qur’an, Kitab
yang dibawa Nabi sekaligus Rosul terakhir

 Sesungguhnya
Al Qur’an adalah kalamullah (firman/perkataan
Alloh) bukan makhluk Alloh, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shollallohu’alaihi
wa sallam
, sehingga setap mukmin hendaknya senantiasa mengagungkan Al Qur’an dan berusaha
untuk berpegang teguh dengan hukum-hukumnya,
serta membaca dan memahaminya.

 Lalu apa sajakah
kewajiban seorang muslim terhadap Al Qur’an? Diantara kewajiban seorang muslim terhadap Al Quran adalah : (1) wajib mencintai
Al Qur’an, mengagungkan dan menghormati kedudukannya, sebab ia adalah kalamullah,
perkataan yang paling benar,
perkataan Alloh, Rabb semesta alam. (2) wajib
membaca dan merenungkan ayat-ayat Al Qur’an, serta memikirkan
pelajaran yang terkandung di dalamnya.
(3) wajib mengikuti hukum-hukum serta
mentaati perintah-perintah yang ada di dalamnya.

 Sebagai
gambaran, lihat bagaimana ketika ‘Aisyah ditanya tentang akhlak Nabi shollallohu’alaihi
wa sallam
, maka ia menjawab, "Akhlak beliau adalah Al Qur’an"
(HR. Muslim). Yakni Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam adalah orang
yang mencerminkan penerapan nyata dari hukum-hukum Al Qur’an dan syariat-syariat
di dalamnya. Itulah Rosululloh …, dan kita sebagai umatnya, hendaknya
meneladani beliau. "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu
suri teladan yang baik bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (datangnya)
hari akhir…
"
(QS. Al Ahzab : 21).

Buah keimanan kepada
Kitab-kitab Alloh

 Seseorang
yang benar-benar beriman terhadap kitab-kitab Alloh, termasuk Al Qur’an, akan memberikan
banyak pengaruh terhadap dirinya, diantaranya :

a. Menyadari tentang perhatian
Alloh terhadap hamba-hambaNya, juga tentang kesempurnaan rahmat-Nya, di mana Alloh telah
menurunkan kepada setiap kaum sebuah
kitab sebagai petunjuk agar mereka bisa mencapai kebahagiaan
dunia dan akherat.

b. Dapat mengetahui hikmah
Alloh dalam penetapan syariat-Nya, dimana Alloh telah
mensyariatkan bagi setiap kaum, apa yang sesuai dengan keadaan kaum tersebut.
Alloh berfirman, "Untuk tiap-tiap
umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.
"
(QS. Al Maidah : 48)

c. Dapat bersyukur kepada
Alloh terhadap nikmat Alloh, yakni
diturunkannya kitab-kitab tersebut. Sebab kitab-kitab tersebut adalah cahaya dan
petunjuk di dunia maupun di
akherat.

[Buletin
A-Tauhid / Abu Ahmad
]

One Response to “Imasn Kepada Alloh SWT”

  1. DesYanto Says:

    Judulnya salah, harusnya “iman kepada kitab-kitab Alloh” Maaf ya…

Leave a Reply