Archive for February, 2008

Hakikat Tauhid

Saturday, February 2nd, 2008

Hakekat dan Kedudukan Tauhid

 Tauhid merupakan kewajiban utama dan
pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat
disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti
hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama
kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin
untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid.
 Hakekat tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi
tiga yakni

Mengesakan Alloh dalam
Rububiyah-Nya,

 Maksudnya adalah kita meyakini
keesaan Alloh dalam perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh
Alloh,tanpa bantuan siapapun, seperti mencipta dan mengatur seluruh alam semesta
beserta isinya, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya
yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh
manusia, tidak ada seorangpun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari
hal ini, seperti kaum komunis, pada kenyataannya mereka menampakkan
keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati
mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang
membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri.
Hal ini sebagaimana firman Alloh "Apakah mereka
diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan
?

Ataukah mereka telah menciptakan
langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka
katakan)
" (Ath-Thur: 35-36).

 Namun pengakuan seseorang terhadap
tauhid rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena
sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui
dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Alloh "Katakanlah: "Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh
dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?"

Mereka akan menjawab: "Kepunyaan
Alloh." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?" Katakanlah: "Siapakah
yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi,
tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu
mengetahui?"
 Mereka akan menjawab: "Kepunyaan
Alloh." Katakanlah: ", maka dari jalan manakah kamu ditipu?"
(Al-Mu’minun : 86-89). Dan yang
amat sangat menyedihkan adalah kebanyakan kaum muslimin di zaman sekarang
menganggap bahwa seseorang sudah dikatakan beragama Islam jika telah memiliki
keyakinan seperti ini. Wallohul musta’an.

Mengesakan Alloh dalam
Uluhiyah-Nya,

 Maksudnya adalah kita mengesakan
Alloh dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar,
menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah
lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya
kepada Alloh semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan
merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana
yang difirmankan Alloh mengenai perkataan mereka itu "Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja?
Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat
mengherankan.
"
(Shaad:5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy
mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Alloh
semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Alloh dan
Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya Pencipta alam
semesta.

//Orang kafir
Quraysy meyakini bahwa yang menciptakan langit & bumi adalah Alloh, tapi
mereka tidak mau beribadah kepada Alloh. Mereka hanya beribadah kepada Alloh
& meninggalkan berhala-berhala jika
mereka sedang dalam kesempitan/kesulitan.

Mengesakan Alloh dalam
Nama dan Sifat-Nya
,

 Maksudnya adalah kita beriman kepada
nama-nama dan sifat-sifat Alloh yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah
Rosululloh, tanpa menakwilkan/mengkiaskan,merubah arti yang sesungguhnya. Dan
kita juga meyakini bahwa hanya Alloh-lah yang pantas untuk memiliki nama-nama
terindah yang disebutkan di Al-Qur’an dan Hadits tersebut (yang dikenal dengan
Asmaul Husna). Sebagaimana firman-Nya "Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang
Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi Dialah Asmaaul Husna.
" (Al-Hasyr
: 24).

Seseorang baru dapat dikatakan
seorang muslim yang tulen jika telah mengesakan Alloh dan tidak berbuat syirik
dalam ketiga hal tersebut di atas. Barangsiapa yang menyekutukan Alloh (berbuat
syirik) dalam salah satu saja dari ketiga hal tersebut, maka dia bukan muslim
tulen tetapi dia adalah seorang musyrik.

Kedudukan
Tauhid

Tauhid memiliki kedudukan yang
sangat tinggi di dalam agama ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan
tentang kedudukan tauhid uluhiyah (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali
dilanggar oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim
namun pada kenyataannya mereka menujukan sebagian bentuk ibadah mereka kepada
selain Alloh, baik itu kepada wali, orang shaleh, nabi, malaikat, jin dan
sebagainya.

//Oleh karena itu,
kunci surga adalah Laa ilaa ha
illalloh,
yaitu yakin dengan sepenuh hati bahwa Allohlah yang berhak
disembah, bukan yang lain. Alloh lah tempat kita memohon, bukan yang
lainnya…

Tauhid Adalah Tujuan
Penciptaan Manusia

Alloh berfirman, "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka menyembah kepada-Ku.
"
(Adz-Dzariyat :56) maksud dari
kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Alloh dalam segala macam bentuk
ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu,
seorang sahabat ahli tafsir. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa tujuan
penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Alloh saja.
Tidaklah mereka diciptakan untuk menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main
dan bersenang-senang belaka. Sebagaimana firman Alloh
 Dan
tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya
dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan,
tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat
demikian."
(Al
Anbiya 16-17). "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kamu secara main-main , dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami?
" (Al-Mu’minun :115)

Tauhid Adalah Tujuan
Diutusnya Para Rosul

Alloh berfirman, "Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap
umat (untuk menyerukan) : "Sembahlah Alloh , dan jauhilah Thaghut itu
"
 (An-Nahl :36). Makna dari ayat ini adalah
bahwa para Rosul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad
shollallohu alaihi wa sallam diutus oleh Alloh untuk mengajak kaumnya
untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak memepersekutukanNya dengan
sesuatu apapun. Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah "Sudahkah kita
memenuhi seruan Rosul kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam untuk
beribadah hanya kepada Alloh semata? ataukah kita bersikap acuh tak acuh
terhadap seruan Rosululloh ini? ". Tanyakanlah hal ini pada masing-masing kita dan
jujurlah.

Tauhid merupakan
perintah Alloh yang paling utama dan pertama

Alloh berfirman, "Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh
, dan teman sejawat, ibnu sabil dan
hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri
"
(An-Nisa :36).
Dalam ayat ini Alloh menyebutkan hal-hal yang Dia perintahkan. Dan hal pertama yang Dia perintahkan
adalah untuk menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Perintah ini didahulukan
daripada berbuat baik kepada orang tua serta manusia-manusia pada umumnya. Maka
sangatlah aneh jika seseorang bersikap sangat baik terhadap sesama manusia,
namun dia banyak menyepelekan hak-hak Tuhannya terutama hak beribadah hanya
kepada Alloh semata.

Itulah hakekat dan kedudukan tauhid
di agama kita, dan setelah kita mengetahui besarnya hal ini akankah kita
tetap bersikap acuh tak acuh untuk mempelajarinya? [Abu Uzair Boris
Tanesia]

Kiamat

Saturday, February 2nd, 2008

KIAMAT

Hari kiamat ialah hari yang dahsyatnya
luar biasa. Alloh banyak menjelaskan dalam kitab-Nya tentang kengerian yang
terjadi di hari tersebut, mulai dari digulungnya matahari, jatuhnya
bintang-bintang, hancurnya gunung-gunung, bergoncangnya bumi serta sederet
peristiwa mahadahsyat yang lain. Bencana tsunami yang menimpa Aceh beberapa
waktu lalu amat dahsyat, dan ketahuilah sungguh kiamat besar besok jauh lebih
dahsyat lagi. Alloh berfirman, "Dan apabila lautan dijadikan meluap". Dan
sudah seharusnya bagi kita memetik pelajaran berharga untuk bertobat dari
berbagai macam kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan yang selama ini kita
lakukan.

Hanya Alloh sajalah yang tahu kapankah
hari kiamat, bahkan Rosul-Nya dan malaikat-Nya yang paling mulia pun tidak
mengetahui waktunya.

Tanda hari kiamat

 Tanda-tanda munculnya hari kiamat amat
banyak, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi ataupun belum terjadi.
Diantaranya yaitu diutusnya Muhammad rosululloh dan wafatnya beliau. Begitu pula
munculnya orang-orang bodoh yang justeru ditokohkan dan jadi panutan,
orang-orang berlomba-lomba untuk memegahkan bangunan masjid. Di samping itu akan
muncul tanda-tanda besar seperti Mahdi, Dajjal, turunnya Nabi Isa serta Ya’juj
dan  Ma’juj.  

 Dajjal ialah seorang pembohong besar yang akan keluar di akhir zaman yang
mengaku sebagai tuhan. Ia dinamai Al Masih karena menjelajah seluruh
dunia bagaikan hujan yang terbawa angin kecuali terhalang masuk Makkah dan
Madinah. Dajjal seorang yang buta sebelah dan tertulis diantara kedua matanya
‘kaf fa ro’ yang hanya dapat dibaca oleh orang mukmin. Dajjal hidup selama 40
hari; sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan dan
sisanya seperti hari biasa. Fitnahnya sangat besar diantaranya memerintahkan
langit untuk turunkan hujan dan turunlah, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan
tanaman dan tumbuhlah. Kemunculannya telah ditegaskan oleh Sunnah dan ijma’.
Dajjal ini kelak akan dibunuh oleh Nabi Isa. Nabi Isa ini wafat dan disholatkan
kaum muslimin. (Lihat keterangan lebih panjang dalam Syarah Lum’atul
I’tiqod
Syaikh Ibnu Utsaimin atau huru hara hari kiamat karangan ibnu
katsir)

Beriman kepada fitnah kubur,
siksa dan nikmat kubur.

Fitnah kubur yaitu pertanyaan kubur yang akan diajukan kepada orang mati setelah dikubur, yaitu "Siapakah Robbmu, nabimu dan apa agamamu" Alloh akan meneguhkan orang mukmin dengan ucapan yang benar dan lancar : "Robbku Alloh, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad". Adapun orang yang ragu atau munafik maka ia
mengatakan : "ha.. ha.. saya tidak tahu, aku mendengar orang-orang mengatakan
sesuatu maka aku tiru". (syarah Al Wajibat) Ini menunjukkan bahwa
pertanyaan tersebut tidak akan semudah dijawab dengan hanya dihafal di dunia.
Sungguh orang munafik yang hafal dan paham maknanya di dunia tetap saja tidak
akan mampu menjawabnya. Dan jawaban seorang hamba tidak akan terlepas
bagaimanakah keilmuannya terhadap jawaban tersebut dan amalnya ketika di
dunia.

Seluruh manusia pada hari itu
dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan

Termasuk
dalam unsur iman kepada hari akhir yaitu beriman kepada kebangkitan, yaitu dihidupkannya orang yang telah mati tatkala ditiup sangkakala untuk yang kedua kalinya.
 Manusia kala itu dikumpulkan dalam keadaan tak
beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan, namun urusan manusia tatkala itu
amat berat sehingga mereka tidak sempat memperhatikan aurat orang lain. Alloh
Ta’ala berfirman, "Kemudian setelah itu kamu sekalian benar-benar akan
mati, lalu kamu sekalian benar-benar akan dibangkitkan di hari kiamat"
(Al
Mu’minun : 15-16). Dan firman-Nya, "Katakanlah: "Sesunguhnya orang-orang yang
terdahulu dan orang-orang sesudahnya benar-benar akan dikumpulkan pada suatu
waktu yang dikenal."
(Al Waqi’ah : 49-50). Rosululloh bersabda, "Sungguh
kalian semua akan dikumpulkan dalam keadaan tak beralas kaki, telanjang dan
tidak bersunat…"
(HR. Bukhori, Muslim).

Dihisabnya amal dan diganjar

Seorang hamba akan dihisab atas amal
perbuatannya dan diganjar sesuai dengan amalnya tersebut. Alloh Ta’ala
berfirman, "Kemudian kewajiban Kamilah menghisab mereka" (Al Ghosyiyah :
26). Alloh juga berfirman, "Barangsiapa membawa amal yang
baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang
membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang
dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
(dirugikan)."
(Al An’am : 160).

Umat Muhammad
sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah ummat yang pertama kali dihisab. Amal
hamba yang pertama kali dihisab berkaitan dengan hak Alloh adalah
sholat
, sedangkan yang
berhubungan dengan hak manusia adalah masalah pembunuhan. Seorang mu’min yang
dihisab maka Alloh memperlihatkan kepadanya amal-amalnya kemudian ia mengakui
dan merasa akan binasa, lalu Alloh berfirman kepadanya, "Aku telah menutupi
dosa-dosamu itu ketika di dunia dan pada hari ini Aku mengampuninya"

kemudian diberikan kepadanya catatan-catatan kebaikannya. Adapun orang-orang
kafir dan munafik maka diserukan kepada seluruh makhluk bahwa inilah orang-orang
yang mendustakan Robb mereka, ketahuilah bahwa laknat Alloh diberikan untuk
orang-orang yang berbuat zholim.

Amal manusia ditimbang dengan timbangan
pada hari kiamat. Timbangan ini adalah timbangan hakiki yang memiliki dua daun
timbangan. Alloh berfirman, "Barangsiapa yang berat timbangan
(kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan
.
Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah
orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka
Jahannam.
"
(Al Mu’minun :
102-103).

Surga dan Neraka

Mengimani adanya Surga dan Neraka termasuk
rangkaian iman kepada hari kiamat. Keduanya adalah kampung abadi bagi para
makhluk. Surga adalah negeri yang penuh kenikmatan yang telah disediakan untuk
orang-orang yang beriman bertakwa, taat, ikhlas pada Alloh serta taat pada
Rosul-Nya. Kenikmatan dalam surga begitu besarnya, tak pernah terlihat oleh
mata, tak pernah didengar oleh telinga dan tak pernah terlintas dalam benak
manusia. Alloh berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Alloh ridha terhadap
mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi
orang yang takut kepada Tuhannya.
"
(Al Bayyinah : 7-8).

Adapun neraka adalah negeri yang penuh
dengan kesengsaraan dan berbagai adzab yang telah Alloh sediakan untuk
orang-orang kafir dan zholim, yang mereka kufur kepada Robbnya dan mendustakan
Rosul-Nya. Di dalam neraka terdapat berbagai macam adzab yang tidak pernah
terlintas dalam hati. Alloh berfirman, "Sesungguhnya Kami
telah sediakan bagi orang orang zhalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung
mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan
air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang
paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
"
(Al Kahfi :
29)

Setelah masuknya penduduk surga yang
terakhir ke dalam surga, ‘kematian’ diwujudkan dalam bentuk domba, kemudian
domba itu disembelih (HR. Bukhori). Artinya tidak ada lagi kematian sejak saat
itu, maka kekallah penduduk surga di surga dan penduduk neraka di neraka
selama-lamanya.

(Syarah Tsalatsatu Ushul, Ibnu
Utsaimin). 
Wallohu a’lam [Abu Yusuf Johan]

Emansipasi

Saturday, February 2nd, 2008

Emansipasi
Wanita

 Sungguh merupakan musibah besar yang melanda umat Islam tatkala kaum muslimah keluar dari rumahnya dalam keadaan berpakaian tetapi telanjang. Padahal Rosululloh shollallohualaihi
wa sallam
telah mengabarkan bahwa perempuan-perempuan semacam itu tidak akan mencium bau surga. Beliau bersabda, "

Ada

dua
golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya…(salah satunya) para wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Rambut kepala mereka seperti punuk unta, mereka itu tidak akan mendapatkan baunya surga padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."
(HR.Muslim). Saudariku, kalau engkau masih mau mendengar nasihat Nabimu maka kenakanlah jilbabmu dengan benar!!.

Mengekor
barat

 Nabi telah memperingatkan bahwa akan ada diantara umat ini yang mengikuti
budaya orang-orang terdahulu dari kalangan Yahudi dan Nasrani.
Imam Bukhori telah mencatat sabda Beliau, "Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti

gaya

hidup
orang-orang sebelum kalian,
sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sampai-sampai seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhobb (sejenis biawak) niscaya ada di antara kalian yang ikut masuk pula ke dalamnya."

 Lihatlah wanita-wanita muslimah di sekeliling kita, bukankah selama ini sebagian besar dari mereka menjadi korban budaya barat yang kafir itu?. Hampir segalanya mereka tiru; mulai dari cara berpakaian, cara berinteraksi dengan lawan jenis, bahkan sampai pola pikir yang hedonis (mencari kesenangan dunia semata) dan ujung akhirnya mereka turut bercampur baur dengan kaum lelaki di kantor-kantor, di parlemen dan restoran-restoran. Kini terbuktilah perkataan Nabi yang mulia, dan sungguh sangat ironi tatkala mereka melakukan ini semua dengan bertameng emansipasi yang digembor-gemborkan oleh barat.

Ikutilah jejak ibunda

 Andaikata apa yang kalian lakukan ini dengan bercampur baur bersama kaum pria di pemerintahan, di kantor-kantor adalah kemaslahatan untuk kaum muslimah tentulah para isteri Nabi dahulu adalah orang pertama yang melakukan perbuatan sebagaimana yang kalian
lakukan sekarang ini? Lalu mengapa kalian melakukan apa yang tidak mereka lakukan? Apakah kalian merasa lebih cerdas dari ibundaAisyah yang menyadari kesalahannya tatkala berani memimpin pasukan ketika terjadi perang Jamal?. Beliau benar-benar menyesal karena melalaikan sebuah sabda Rosululloh, "Tidak akan pernah beruntung kaum manapun yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan" (HR.
Bukhori). Cobalah bandingkan dengan sebagian kaum muslimah dewasa ini yang dengan bangga memamerkan auratnya di layar kaca yang ditonton oleh ribuan pasang mata! Atau mereka yang dengan berapi-api berteriak-teriak berdemo di jalan-jalan dengan dalih untuk membela hak kaum muslimin, dan lebih lucunya lagi berdalil dengan perbuatan Aisyah yang telah disesali tersebut. Atau mereka yang berkoar-koar di atas mimbar demi mendapatkan kursi DPR serta rela bercampur baur dengan lelaki yang bukan mahromnya. Allohu akbar!!, hanya kepada-Nya lah kami mohon pertolongan.

Kembalilah ke istanamu

 Seorang muslimah yang sholihah yang senantiasa menjaga dirinya, memiliki rasa malu dan memelihara kehormatannya itulah yang dipuji oleh syari’at. Dengan aktivitasnya mengurus rumah dan membekali dirinya dengan ilmu syar’i atau mendidik anak-anak maka dengan demikian ia telah turut serta berusaha mewujudkan masyarakat islami. Melalui tangan-tangan dan didikan
merekalah akan terlahir pemuda-pemudi yang berbakti kepada Alloh dan Rosul-Nya. Namun sayang sekali betapa sedikitnya wanita semacam ini. [Ari Abu Mushlih]