Kiamat
KIAMAT
Hari kiamat ialah hari yang dahsyatnya
luar biasa. Alloh banyak menjelaskan dalam kitab-Nya tentang kengerian yang
terjadi di hari tersebut, mulai dari digulungnya matahari, jatuhnya
bintang-bintang, hancurnya gunung-gunung, bergoncangnya bumi serta sederet
peristiwa mahadahsyat yang lain. Bencana tsunami yang menimpa Aceh beberapa
waktu lalu amat dahsyat, dan ketahuilah sungguh kiamat besar besok jauh lebih
dahsyat lagi. Alloh berfirman, "Dan apabila lautan dijadikan meluap". Dan
sudah seharusnya bagi kita memetik pelajaran berharga untuk bertobat dari
berbagai macam kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan yang selama ini kita
lakukan.
Hanya Alloh sajalah yang tahu kapankah
hari kiamat, bahkan Rosul-Nya dan malaikat-Nya yang paling mulia pun tidak
mengetahui waktunya.
Tanda hari kiamat
Tanda-tanda munculnya hari kiamat amat
banyak, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi ataupun belum terjadi.
Diantaranya yaitu diutusnya Muhammad rosululloh dan wafatnya beliau. Begitu pula
munculnya orang-orang bodoh yang justeru ditokohkan dan jadi panutan,
orang-orang berlomba-lomba untuk memegahkan bangunan masjid. Di samping itu akan
muncul tanda-tanda besar seperti Mahdi, Dajjal, turunnya Nabi Isa serta Ya’juj
dan Ma’juj.
Dajjal ialah seorang pembohong besar yang akan keluar di akhir zaman yang
mengaku sebagai tuhan. Ia dinamai Al Masih karena menjelajah seluruh
dunia bagaikan hujan yang terbawa angin kecuali terhalang masuk Makkah dan
Madinah. Dajjal seorang yang buta sebelah dan tertulis diantara kedua matanya
‘kaf fa ro’ yang hanya dapat dibaca oleh orang mukmin. Dajjal hidup selama 40
hari; sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan dan
sisanya seperti hari biasa. Fitnahnya sangat besar diantaranya memerintahkan
langit untuk turunkan hujan dan turunlah, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan
tanaman dan tumbuhlah. Kemunculannya telah ditegaskan oleh Sunnah dan ijma’.
Dajjal ini kelak akan dibunuh oleh Nabi Isa. Nabi Isa ini wafat dan disholatkan
kaum muslimin. (Lihat keterangan lebih panjang dalam Syarah Lum’atul
I’tiqod Syaikh Ibnu Utsaimin atau huru hara hari kiamat karangan ibnu
katsir)
Beriman kepada fitnah kubur,
siksa dan nikmat kubur.
Fitnah kubur yaitu pertanyaan kubur yang akan diajukan kepada orang mati setelah dikubur, yaitu "Siapakah Robbmu, nabimu dan apa agamamu" Alloh akan meneguhkan orang mukmin dengan ucapan yang benar dan lancar : "Robbku Alloh, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad". Adapun orang yang ragu atau munafik maka ia
mengatakan : "ha.. ha.. saya tidak tahu, aku mendengar orang-orang mengatakan
sesuatu maka aku tiru". (syarah Al Wajibat) Ini menunjukkan bahwa
pertanyaan tersebut tidak akan semudah dijawab dengan hanya dihafal di dunia.
Sungguh orang munafik yang hafal dan paham maknanya di dunia tetap saja tidak
akan mampu menjawabnya. Dan jawaban seorang hamba tidak akan terlepas
bagaimanakah keilmuannya terhadap jawaban tersebut dan amalnya ketika di
dunia.
Seluruh manusia pada hari itu
dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan
Termasuk
dalam unsur iman kepada hari akhir yaitu beriman kepada kebangkitan, yaitu dihidupkannya orang yang telah mati tatkala ditiup sangkakala untuk yang kedua kalinya. Manusia kala itu dikumpulkan dalam keadaan tak
beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan, namun urusan manusia tatkala itu
amat berat sehingga mereka tidak sempat memperhatikan aurat orang lain. Alloh
Ta’ala berfirman, "Kemudian setelah itu kamu sekalian benar-benar akan
mati, lalu kamu sekalian benar-benar akan dibangkitkan di hari kiamat" (Al
Mu’minun : 15-16). Dan firman-Nya, "Katakanlah: "Sesunguhnya orang-orang yang
terdahulu dan orang-orang sesudahnya benar-benar akan dikumpulkan pada suatu
waktu yang dikenal." (Al Waqi’ah : 49-50). Rosululloh bersabda, "Sungguh
kalian semua akan dikumpulkan dalam keadaan tak beralas kaki, telanjang dan
tidak bersunat…" (HR. Bukhori, Muslim).
Dihisabnya amal dan diganjar
Seorang hamba akan dihisab atas amal
perbuatannya dan diganjar sesuai dengan amalnya tersebut. Alloh Ta’ala
berfirman, "Kemudian kewajiban Kamilah menghisab mereka" (Al Ghosyiyah :
26). Alloh juga berfirman, "Barangsiapa membawa amal yang
baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang
membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang
dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya
(dirugikan)." (Al An’am : 160).
Umat Muhammad
sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah ummat yang pertama kali dihisab. Amal
hamba yang pertama kali dihisab berkaitan dengan hak Alloh adalah
sholat, sedangkan yang
berhubungan dengan hak manusia adalah masalah pembunuhan. Seorang mu’min yang
dihisab maka Alloh memperlihatkan kepadanya amal-amalnya kemudian ia mengakui
dan merasa akan binasa, lalu Alloh berfirman kepadanya, "Aku telah menutupi
dosa-dosamu itu ketika di dunia dan pada hari ini Aku mengampuninya"
kemudian diberikan kepadanya catatan-catatan kebaikannya. Adapun orang-orang
kafir dan munafik maka diserukan kepada seluruh makhluk bahwa inilah orang-orang
yang mendustakan Robb mereka, ketahuilah bahwa laknat Alloh diberikan untuk
orang-orang yang berbuat zholim.
Amal manusia ditimbang dengan timbangan
pada hari kiamat. Timbangan ini adalah timbangan hakiki yang memiliki dua daun
timbangan. Alloh berfirman, "Barangsiapa yang berat timbangan
(kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah
orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka
Jahannam." (Al Mu’minun :
102-103).
Surga dan Neraka
Mengimani adanya Surga dan Neraka termasuk
rangkaian iman kepada hari kiamat. Keduanya adalah kampung abadi bagi para
makhluk. Surga adalah negeri yang penuh kenikmatan yang telah disediakan untuk
orang-orang yang beriman bertakwa, taat, ikhlas pada Alloh serta taat pada
Rosul-Nya. Kenikmatan dalam surga begitu besarnya, tak pernah terlihat oleh
mata, tak pernah didengar oleh telinga dan tak pernah terlintas dalam benak
manusia. Alloh berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Alloh ridha terhadap
mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi
orang yang takut kepada Tuhannya." (Al Bayyinah : 7-8).
Adapun neraka adalah negeri yang penuh
dengan kesengsaraan dan berbagai adzab yang telah Alloh sediakan untuk
orang-orang kafir dan zholim, yang mereka kufur kepada Robbnya dan mendustakan
Rosul-Nya. Di dalam neraka terdapat berbagai macam adzab yang tidak pernah
terlintas dalam hati. Alloh berfirman, "Sesungguhnya Kami
telah sediakan bagi orang orang zhalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung
mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan
air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang
paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al Kahfi :
29)
Setelah masuknya penduduk surga yang
terakhir ke dalam surga, ‘kematian’ diwujudkan dalam bentuk domba, kemudian
domba itu disembelih (HR. Bukhori). Artinya tidak ada lagi kematian sejak saat
itu, maka kekallah penduduk surga di surga dan penduduk neraka di neraka
selama-lamanya.
(Syarah Tsalatsatu Ushul, Ibnu
Utsaimin). Wallohu a’lam [Abu Yusuf Johan]